Gairah Sopir dan Majikan
Slamet berdiri, berusaha menutupi kegugupannya.
"Duduk aja, Met. Santai," Brian menarik kursi plastik di depan meja Slamet. Ia mengusap wajahnya, lalu menatap Slamet dengan tatapan yang sulit diartikan. "Kamu ngerasa bosen nggak sih, Met? Maksudku... hidup kita sekarang ini terlalu... apa ya, terlalu lurus."
Slamet mengerutkan dahi. "Lurus pripun, Mas? Bukannya ini yang kita mau? Kerja bener, punya masa depan."