Godaan Mama Muda
Ia condong sedikit ke depan, suaranya mantap.
"Kalau ada masalah di perusahaan, aku akan bilang terus terang. Kalau ada keputusan sulit, aku jelaskan alasannya. Aku gak mau ada orang di timku yang merasa dimanfaatkan."
Aku mengangkat wajahku perlahan. Mata kami bertemu. Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku melihat ketulusan tanpa embel-embel.
"Aku mau bangun perusahaan ini," katanya lagi, "dengan fondasi kejujuran dan kepercayaan. Bukan cuma angka dan target."