Tolong Perlahan, Dokter Nate!
Nathan menatap layar presentasinya, lalu menambahkan, “Khususnya bagi perempuan, yang sering kali menahan diri karena takut dianggap salah saat mengungkapkan apa yang diinginkan. Padahal… kejujuran di ranjang sama pentingnya dengan kejujuran di hati.”
Kalimat itu membuat suasana ruangan sejenak hening. Ariel menelan ludah, lalu menulis:
‘Kejujuran di ranjang = kejujuran di hati.’
Nathan tersenyum samar melihat beberapa peserta yang terlihat menulis cepat, termasuk Ariel.
“Baik, sekarang kita masuk sesi diskusi. Ada yang ingin bertanya?”
Tangan-tangan terangkat. Nathan menunjuk salah satu peserta. Setelah beberapa pertanyaan umum berlalu, tiba-tiba tangan Ariel ikut terangkat, sedikit gemetar