Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Pria itu mengenakan kemeja putih yang digulung lengannya hingga siku. Wajahnya datar tanpa senyum. “Ren,” sapa Selin pelan, suaranya hampir tenggelam diantara suara klakson kendaraan yang lewat. Rendra hanya mengangguk kecil. “Silahkan masuk,” katanya singkat, lalu mundur sedikit agar Selin bisa lewat. Tidak ada sapaan balik. Tidak ada senyum. Hanya anggukan itu.
10709 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai smirks
Baca
+Pustaka
Rasa

Rasa

Itu Abian berikan untuk menghormati para jama’ah yang memujinya, apalagi disana ada abah. “AGHH, MERASA TERSAINGI. SENYUMNYA, BRO!!” bisik salah seorang teman yang melihat senyum tipis Abi. Memang sangat manis. “Subhanallah, Maa Sya Allah, senyumnya bikin lupa gender,” “Pantes itrit senyum, mahal bos senyumnya.” saut beberapa teman lain yang juga terpesona melihat senyum seorang Abian. *******************
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai smirks
Baca
+Pustaka
Mistpouffer

Mistpouffer

“Setengahnya memang diajarin Arjuna sih. Juga enggak akan ada masalah kalau aku merokok sebanyak mungkin. Aku bakal mati satu tahun lagi. Aruna tahu jika Namika tidak pernah menyukai pembahasan itu. Kini pun dia bisa melihat ekspresi Namika yang langsung cemberut. Dia pun dengan pelan merangkulkan tangannya ke leher Namika. Mereka berdua terkejut ketika mendengar suara bel yang berbunyi. Namika langsung keluar dan melihat seorang laki-laki yang ia kenal. Aruna segera membuka pintu untuk Sirius. Perempuan itu baru pertama kali melihat Sirius yang kesal. Laki-laki itu biasanya punya image yang dingin, jadi rasanya agak mustahil melihat Sirius yang memiliki ekspresi seperti itu.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai smirks
Baca
+Pustaka
Sir, You are Dumb!

Sir, You are Dumb!

Sebuah sikap yang membuat Selena terpaksa harus sedikit melebarkan senyumnya demi sopan santun. “Oh, lihatlah. Gadis ini benar-benar seperti peri ketika tersenyum,” timpal wanita anggun yang dipanggil Siren oleh ibu Selena. Berjalan mendekat seraya mengulurkan tangannya untuk merengkuh bahu Selena dalam dekapannya. “Apakah kau ingat dengan Tante, Sayang? Terakhir bertemu, sepertinya kau masih di bangku sekolah dasar,” lanjut wanita anggun itu dengan tatapan panuh kasih ke arah Selena. Membuat Selena harus menahan senyum lebarnya sedikit lebih lama, yang baginya, benar-benar sebuah penyiksaan karena ia mulai merasa otot-otot wajahnya kram.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai smirks
Baca
+Pustaka
BERSAMANYA

BERSAMANYA

Tatapan dan pikirannya tidak tergerak dan masih melekat pada Qin Chu. Penampilan pria itu tidak tersentuh oleh tujuh tahun yang telah berlalu, selain munculnya sedikit kedewasaan dan ketahanan di fitur wajahnya, yang menunjukkan berlalunya waktu. Sudut bibirnya membentuk sedikit senyum, yang tidak seperti Qin Chu yang lebih muda dan lebih dingin, yang tidak akan pernah membiarkan ekspresi seperti itu muncul. Apakah dia yang berubah? Atau memang sudah waktunya?
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai smirks
Baca
+Pustaka
SUNNY

SUNNY

Anggap aja ikut mendukung kegiatan Go Green hehehe. Tak berapa lama aku merasakan ada pergerakan mendekatiku. ku tatap sekeliling, tatapanku tertuju pada mas Raka yang berjalan sambil tersenyum kearahku. Aahh rasanya duniaku teralihkan hanya melihat senyumannya saja. Senyum di wajah tampannya menular juga padaku. "Hai, kenapa sendirian disini?" dengan senyuman yang belum luntur dari wajahnya.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai smirks
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status