Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SALQUEEN

SALQUEEN

Ia memasang senyum smirk dan keluar dari aplikasi I*. "Ngapain lo Gal? Kok tampang lo gitu sih?" tanya Langit yang melihat senyum smirk Regal. "Sttt, nanti Bara dengar, gue follback Queen," kata Regal menutup mulut Langit tapi suaranya tetap besar. "Bodoh lo, suara lo aja besar. Lo sendiri yang buat Bara dengar nanti," ujar Langit menyingkirkan tangan Regal yang berada di mulutnya.
1010.6K viewsCompletedAdded to Library 265 Times as smirks
Read
+Library
EUFORIA

EUFORIA

Sementara itu, Tika terlihat tidak enak. “Jangan, deh. Orangnya marah, gue nggak berani,” ucap Tika. “Sorry, Carissa. Gue nggak bermaksud, kok.” Tak berapa lama, Carissa mulai menoleh ke arahku. Dia berusaha tersenyum. Aku tahu senyumnya sangat terpaksa. “Nggak perlu tersenyum kalau emang dilakukan secara terpaksa.”
1013.5K viewsCompletedAdded to Library 472 Times as smirks
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

Kata Yasa yang gemas dengan tingkah Speranza. Speranza yang sadar akan tingkahnya langsung duduk dengan tegak dan berdehem. Dia mengambil tissu dan membersihkan bibirnya. Dalam Sedetik mimik wajah Speranza berubah menjadi datar. Yasa terkekeh kecil melihat perubahan Speranza. Dia mengambil piring spaghetti dan mengaduk spaghetti tersebut. Speranza terus memperhatikan spaghetti tersebut tanpa berkedip.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as smirks
Read
+Library
Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Aura spiritual membara di sekelilingnya, membentuk pusaran tipis yang menggetarkan udara. Adam Smith mengerjap, napasnya tersengal. Perlahan, senyum tipis merekah di wajahnya—bukan senyum lega, tapi senyum penuh kemenangan. “Valkyrie …” bisiknya pelan, seperti doa yang akhirnya dikabulkan oleh langit. Matanya yang sempat suram kini kembali menyala, licik dan penuh percaya diri. Bantuan telah datang.
1053.2K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as smirks
Read
+Library
Istri yang Kau Campakkan Ternyata Jutawan

Istri yang Kau Campakkan Ternyata Jutawan

Yah, itu seperti gelagat orang yang baru saja menyentuh kotoran. “Seperti biasa, entah kenapa semua orang suka sekali menampilkan senyum manis penuh kemunafikan di depanku, betapa memuakkannya,” kata Namira sembari membuang tissue bekasnya dengan wajah mengejek.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as smirks
Read
+Library
MALAM PERTAMA DENGAN BOCAH

MALAM PERTAMA DENGAN BOCAH

Part 13 "Ma-s, to-long lepasin aku!" Adit justru tersenyum melihat Safira. Sudut bibirnya tertarik ke atas dengan bentuk yang tidak simetris, seolah tengah mengejeknya. Butiran kaca di kedua mata Safira tampak mengembun tebal. Hampir saja bulir bening itu jatuh. Ia tak pernah menyangka kalau mantannya itu justru akan membuatnya merasa terhina seperti ini.
9.961.3K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as smirks
Read
+Library
Dalam Dekap Hangat Kakak Ipar

Dalam Dekap Hangat Kakak Ipar

Ia berdiri mematung di dekat meja kecil kamar, menunggu sampai suara mesin benar-benar hilang. Perlahan, sebuah senyuman tipis muncul di sudut bibirnya. Bukan senyum bahagia, lebih seperti senyuman kecil penuh luka … dan pembebasan. Senyum smirk yang selama ini tidak pernah ia biarkan keluar. “Bahkan kamu tidak tahu apa yang baru saja kamu tanda tangani.”
6.1K viewsCompletedAdded to Library 177 Times as smirks
Read
+Library
Oh, My Grim

Oh, My Grim

Chloe menatap buku kalkulus di tangannya seraya tersenyum licik. Gerak-gerikmu sudah terbaca, grim reaper!
1012.3K viewsCompletedAdded to Library 404 Times as smirks
Read
+Library
Senyuman Pandemi

Senyuman Pandemi

goda Arkana lagi. "Ah, Arkanaa," ucap Nayara malu dan tidak bisa menahan senyumnya. Arkana hanya tertawa. Ia paling tahu Nayara paling tidak bisa digoda. Dan akhirnya ia mengeluarkan salah satu jurus andalan pria. Yaitu menyebut wanita yang sedang marah bertambah cantik. Padahal sebenarnya tidak ada satupun wanita yang cantik ketika dia marah.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as smirks
Read
+Library
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Pria itu mengenakan kemeja putih yang digulung lengannya hingga siku. Wajahnya datar tanpa senyum. “Ren,” sapa Selin pelan, suaranya hampir tenggelam diantara suara klakson kendaraan yang lewat. Rendra hanya mengangguk kecil. “Silahkan masuk,” katanya singkat, lalu mundur sedikit agar Selin bisa lewat. Tidak ada sapaan balik. Tidak ada senyum. Hanya anggukan itu.
10832 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as smirks
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status