The Wedding Agreement
Ia memutuskan, kesepakatan konyol itu harus dibuat resmi.
“Aku akan membuatnya tertulis,” gumamnya pelan, suaranya nyaris terserap oleh angin malam.
“Dua hari lagi, Ara akan memberikan jawaban… dan setelah itu, kontrak pernikahan ini akan resmi.”
Ia mendesah lelah, merasa berat tapi lega. Strategi dan rencananya kini mulai jelas. Semua langkah, semua aturan, semua batasan harus diatur dengan cermat agar tidak ada celah yang bisa disalahartikan. Elvano menegaskan satu hal dalam hatinya, tidak ada yang dilakukan tanpa persetujuan Ara, tapi kontrak ini akan menuntunnya dan Ara ke arah yang ia rencanakan.
Hot Chapters