Malam Panas Dengan Mantan Suami
Rambut wanita itu sudah memutih, kulitnya keriput, namun sorot matanya masih berbinar, memancarkan kebaikan yang menenangkan.
"Dia Ibu panti di sini, Zea. Namanya Ibu Halimah." Pak Bahri memberitahuku, lalu dia melangkah lebih dulu, menyapa beliau dengan ramah.
"Assalamualaikum, Bu. Ibu masih ingat denganku, kan?" Suaranya lembut, penuh hormat. Dia mencium punggung tangan Ibu Halimah, dan aku pun mengikutinya, merasakan sentuhan lembut kulit keriput itu di pipiku.