Takkan Kubiarkan Kau Merebut Suamiku
"Yah, terus karena Si Malin doraka sama ibunya, si Malin dikutuk jadi batu sama ibunya, awaknya si Malin teh jadi keras terus jadi Weh patung batu, tamaaat ...!"
"Oooh ... Makin kundangnya jadi batu Bi?"
"Iya Non Tita tahu kenapa?"
"Kan si Malinnya durhaka sama ibunya gak mau mengakui."
"Pinter Non, makanya Non itu harus sayang, hormat sama Mamah sama Papahnya Non yah!" ucap si Bi Inah membuatku tersenyum, Bi Inah memang asistenku yang paling baik, dia terlihat sayang dan selalu mengajari hak yang baik pada anakku, makanya dia selalu kami percaya dalam hal apapun.
Chapitres populaires