Terjebak Dendam dan Gairah
ujar Satria akhirnya, nadanya datar.
Riri terkekeh pelan, suaranya rendah dan hampa. “Karena orang yang tidak mikir duluan, biasanya mati duluan. Dan aku selalu telat dalam berpikir,” candanya, sebuah lelucon pahit yang tidak membuat Satria ikut tertawa.
Riri menarik napas panjang, membiarkan kepalanya bersandar lebih dalam ke sandaran kursi. Perlahan, bibirnya bergerak, sebuah bisikan yang nyaris tidak terdengar, tenggelam dalam deru mesin.
Bab Populer