Cinta Yang Salah
Mas Anton tersenyum kecut, tanpa menatapku.
"Mas ... ampuni aku!" Bibirku rasanya kelu untuk berucap, kutarik napas dan mengembuskannya dengan kasar, aku menyesal membuat Mas Anton begitu tersakiti karena ulahku, dia memang sangat mencintaiku, meskipun aku tak begitu mencintai dia. Namun, kesalahanku, karena aku tak bisa menghargai perasaan dan ketulusannya.
"Aku sadar, Intan. Kakak iparmu banyak uang, apapun yang kau minta pasti dia akan memberikannya, tak seperti aku," lanjut Mas Anton dengan sorot mata yang dingin.