Penyesalan yang Terlambat
Dia mengucapkan beberapa kalimat basa-basi tapi tak ada yang merespons, akhirnya dia memilih untuk mencoba menenangkan Yuna dan ibunya.
Aku merasa terjepit, seperti sedang dipandang oleh banyak orang. Aku menahan rasa sakit hatiku, tapi tetap saja aku harus menyelesaikan kekacauan ini.
Aku berusaha tetap tenang dan berkata, "Jangan bertengkar, aku akan pergi sekarang, dan mulai sekarang aku nggak akan lagi mengurus masalah Keluarga Cahyadi."
Akan tetapi, semua tamu yang ada di sana adalah orang-orang yang aku undang. Di saat seperti ini, yang bisa aku lakukan adalah meminta maaf dan pamit.