Ellipsis
Begitu memegang kuas dan menatap kanvas, imajinasinya langsung mencuat, melejit seperti roket yang membelah angkasa raya.
Langkah pertama Albern semua peralatan yang dibutuhkannya. Ia kemudian mengambil cat minyak dan mengombinasikan beberapa warna. Setelahnya, ia memulai ritual sakralnya. Sebuah goresan telah dibuat. Tangan kirinya menari-nari di atas kanvas. Kadang kuas itu menari seperti seorang ballerina, tapi tak jarang ia juga menari bagai breakdancer. Kuas itu menari mengikuti irama tangan yang menggerakkannya, tangan bergerak mengikuti perintah otak dan otak memberikan perintah atas kehendak imajinasinya. Begitulah pola yang Albern terapkan dalam setiap pekerjaannya. Ia selalu menemp