My Game Boyfriend
“Raka itu hanya teman biasa. Kami memang berteman lama dan sering bersama dulu, tapi itu semua murni persahabatan. Tidak ada apa-apa di antara kami, tidak ada rasa lain, tidak ada hubungan khusus. Dia hanya teman, dan semuanya sudah berlalu sangat lama sekali. Tidak ada yang perlu kau cemaskan, sungguh. Hanya karena dia menyebut kenangan, bukan berarti ada apa-apa, kan?”
Namun penjelasan itu sepertinya sama sekali tidak masuk ke telinga Arthur. Lelaki itu menggelengkan kepalanya kuat, menarik tangannya kembali dari genggaman Melati, lalu berdiri tegak dari bangku kayu itu. Wajahnya tampak sangat kecewa dan terluka.