Jerat Tuan Pebinor
Kami berdiri berbarengan berniat meninggalkan kafe itu, tapi Jacky menghentikan kami segera.
"Arsen, kalian akan pergi? Aku baru saja memesankan minuman untuk kita, akan sangat mengecewakan jika kalian segera pergi." Dia mengerut kening dan tampak kecewa. Matanya beralih pada istrinya sembari berkata, "Sayang, aku tak tahu jika seperti ini cara menghargai teman di negaramu. Bukankah katamu kau dan Arsen hanya berteman? Seharusnya dia menghargaimu, tapi yang kulihat sekarang kalian seperti sepasang kekasih yang saling bertengkar karena orang ketiga. Apa mungkin memang seperti itu lah hubungan kalian?" katanya, sontak membuat mulutku menganga.
Hot Chapters