Wonderstruck
“Maaf ya, levi. Aku kan nggak betul-betul kenal sama kamu. Wajar kalau agak curiga, kan?”
“Wajar, sih,” Levi setuju. Kepalanya terangguk. “Apalagi kemarin itu pengalaman yang nggak dialami oleh semua orang. Super drama dan bikin ngeri juga.”
Aku menatap Levi sungguh-sungguh sembari mengabaikan orang-orang yang berlalu lalang dan memerhatikan kami. Ya, tentu saja banyak yang menatap penuh konsentrasi karena ada pemandangan langka. Aku dan Levi bicara berdua. Padahal kami bukan teman baik. Bahkan tak saling kenal dalam arti pernah berbincang santai atau sering bertukar sapa.