Friend with Benefit (Bahasa Indonesia)
Ya, seperti itulah beberapa hari terakhir setelah mereka memutuskan menjalin hubungan yang di sebut dengan ‘Kencan yang sesungguhnya’.
Dan benar saja, tak lama ponsel Elena berbunyi. Elena melirik ponselnya, itu benar-benar dari Yogie. Ah, lelaki itu apa tidak bisa membiarkannya tenang sebentar saja?
“Halo.”
“Hai. Aku tunggu di kafe Jihan.”
“Baiklah, aku segera ke sana.”
“Mau ku pesankan sesuatu?” tawar Yogie.