Istri yang Terbuang
Perlakuan kasar yang ia dapatkan, membuat beberapa bagian tubuhnya menghitam.
“Aku tunggu di sebrang sana. Jika dia memukul mu teriak saja, aku akan datang.” Nirmala pun mengangguk, berjalan perlahan kearah pintu.
Degupan di dadanya begitu kencang, tangannya yang bergetar terus memilin ujung baju tipis yang ia kenakan. Sesekali ia menarik nafas dalam, menghembuskannya perlahan. Berusaha untuk membuang rasa yang berkecamuk di hatinya. Rasa terhina, merasa penuh dosa atas apa yang telah ia lakukan.