Pelakor Tak Pantas Bahagia
Aku masih membolak-balikan buku menu ketika mataku menangkap sosok yang sangat aku kenal, mulutku menganga ketika tahu orang itu sedang bersama wanita yang selama ini sangat aku benci.
“Ka, kamu kenapa?” tanya Airin, dia menggoyangkan bahuku, aku memandangnya bingung. Belum juga aku menjawab, dia telah berpaling menatap sosok yang dari tadi aku perhatikan.
Lama dia menatap sosok itu, sampai hilang dari pandangan kami.
“Rin, itu suami kamu kan?” tanyaku.
Airin menatapku balik kemudian mengangguk, bening kristal terlihat mengembun di pelupuk matanya, aku tahu rasanya.