Kusingkap Topeng Busuk Suamiku
teguran Bapak menyadarkanku dari lamunan panjang masa lalu.
"Eh, iya, Pak," jawabku dengan suara sedikit parau karena menahan tangis.
"Ikhlaskan suamimu, Nduk. Bapak yakin, kamu pasti akan dapat ganti yang lebih baik dari dia," tutur Bapak lembut.
"Entahlah, Pak, Hasna belum kepikiran sama sekali dengan mencari pengganti, Pak, wong masa iddah aja belum selesai, kok, Pak," candaku untuk mencairkan suasana.