Rahasia di Balik Perjalanan Dinas Suamiku
Kini, tinggal Rosa yang masih menata hati, dan menyakinkan diri bahwa kenyataannya suaminya itu bukan seorang pengkhianat, juga bukan seorang pecundang yang apabila di beri jabatan akan lupa daratan.
"Sayang," Hasan menghampiri istrinya yang masih setia duduk di sana. Sedang tamu-tamu yang menyaksikan, satu persatu memilih pulang. Begitu juga dengan kandidat-kandidat kementrian agama tadi, mereka satu persatu bubar meninggalkan ruang sidang ini. "Bukti itu yang kamu mau, 'kan? Mas sudah carikan, sudah Mas bawakan semuanya untukmu. Kamu mau, 'kan kita balik lagi? Kamu mau, 'kan memaafkan Mamas?" ucap Hasan dengan tatapan sendu menatap wajah cantik istrinya, juga tangannya mencoba mengelus per