Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TAMU SELEPAS SUBUH

TAMU SELEPAS SUBUH

Seorang wanita muda, mengetuk pintu rumah Dewi selepas subuh. Dia menyerahkan seorang bayi dan meminta Dewi untuk merawatnya. Selang beberapa jam, di sebuah kampung yang tak jauh dari rumah Dewi, ditemukan mayat wanita, dengan mulut berbusa.
10110.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai subuh quotes
Baca
+Pustaka
Wholehearted Love

Wholehearted Love

Naratria Abiyaksa-Si tomboy yang mempunyai julukan preman pasar- saking gaharnya-baru saja memergoki pacarnya berselingkuh dengan Karina Winardi-calon kakak iparnya sendiri. Ternyata kata-kata Altan-sahabat oroknya telah terbukti, "Laki-laki ganteng itu kalo nggak gay ya, brengsek.Termasuk gue!" Itu adalah quotes favoritnya yang 100% benar! Sementara itu, Adzan Akbar Dewangga yang pernah kecewa akibat dikhianati kekasihnya, beranggapan bahwa wanita itu adalah makhluk yang egois dan manipulatif. Mengapa? Karena walaupun mereka salah, mereka akan tetap menyalahkan dunia. Saking muaknya berurusan dengan wanita, julukan gay pun kerap ditujukan padanya. "Gue heran ngeliat penampakan lo. Dibilang gembel ... ya, lo anak orang kaya. Tapi ngeliat celana bolong-bolong dan jaket penuh paku lo, kayak-kayaknya lo nggak pantes jadi anaknya Om Aksa dan Tante Lia. Lo ini lebih mirip landak dari pada manusia." -Adzan Akbar Dewangga "Gue malah lebih heran ngeliat lo. Ganteng-ganteng doyan batangan. Nggak sayang tuh, sama perabotan kalo terus dipake laga pedang?" - Naratria Abiyaksa
1025.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 693 kali sebagai subuh quotes
Baca
+Pustaka
Hasrat Terlarang Paman Suamiku

Hasrat Terlarang Paman Suamiku

Warning, mengandung konten dewasa! Dalam permainan penuh tipu daya, satu hasrat terlarang bisa mengubah segalanya. Dipaksa menikah dalam perjodohan dengan seorang pewaris kaya yang tidak ia cintai, Lena bertekad untuk melarikan diri. Rencananya? Menyamar sebagai wanita yang tidak menarik agar suaminya muak dan segera menceraikannya. Namun segalanya tak berjalan sesuai rencana. Neil River—paman dari suaminya yang misterius—adalah pria kejam dan berbahaya yang tahu jauh lebih banyak daripada yang seharusnya. Bukan hanya menyadari penyamaran Lena, ia juga mengetahui kehidupan gandanya sebagai pemilik misterius klub karaoke elite yang dibicarakan para pria secara diam-diam. Alih-alih membongkarnya, Neil justru tertarik. Ia menggoda Lena, hingga wanita itu terjebak dalam permainan berbahaya—di mana batas antara moral, nafsu, dan cinta mulai kabur. Bisakah Lena melepaskan diri dari pesona pria yang seharusnya tak pernah ia cintai—paman dari suaminya sendiri? “Jadi? Kau berhasil merayu suamimu hari ini?” “Tidak, Om. Aku sudah dandan cantik sejak subuh tadi, tapi… dia tetap saja jijik melihatku.” “Lalu bagaimana kalau… aku yang tergoda?” “Om… bercanda, kan?”
1036.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai subuh quotes
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
J Shara
Hai Semua. Jangan lupa mampir juga di buku baruku berjudul, "Tolong Perlahan, Dokter Nate!" yang judul awalnya "Ajari Aku Bercinta, Dokter Nate!" menceritakan tentang seorang penulis cerita dewasa yang melakukan praktek "panas" bersama ahli seksologi demi bisa menulis adegan dewasa. Happy reading^^
Sylvia Citra
kak, kenapa jalan ceritanya berubah setelah lena pergi ninggalin neil atas suruhan mantan mama mertuanya? kan awalnya neil udah tau, neil sendiri yg anter lena ke dokter. kok sekarang jadi ga tau kalo lena hamil? malah nanya hamil anak siapa lagi? kan kesel!
Baca Semua Ulasan
Cinta Buta Sang Mafia

Cinta Buta Sang Mafia

Suamiku, Rian adalah sosok bos mafia yang paling ditakuti di Keluarga Liam dan dia selalu benci anak kecil. Namun, semuanya berubah sejak adik tiriku, Melisa pindah ke rumah sebelah bersama bayinya yang baru berusia enam bulan. Tiba-tiba saja, suamiku jadi sangat terobsesi dengan bayi itu. Dia menyuapi susu sendiri, menyanyikan lagu dan bahkan menggendong bayi itu ke mana pun dia pergi. Setiap hari dia pulang subuh dalam keadaan lelah, tapi wajahnya selalu dihiasi senyuman, seolah-olah bayi itu telah menyita seluruh jiwanya. Sementara aku menjadi sosok transparan di dunianya. Tiga hari yang lalu, mobilku diserempet orang dengan sengaja hingga menabrak pembatas jalan. Dengan kening berdarah dan kepala pening, aku meneleponnya lima puluh lima kali. Tak satu pun panggilanku diangkat, tapi dia malah mengunggah foto bayi itu di media sosialnya dengan keterangan, [Malaikat kecil sudah bisa tersenyum hari ini!] Aku sudah muak. Malam ini, di acara perjamuan makan keluarga yang dihadiri semua anggota keluarga. Aku menghabiskan gelas terakhirku dan meletakkannya. “Aku mau cerai.” Semua orang ternganga. “Kamu sudah gila?” teriak orang tuaku. Rian mencengkeram pergelangan tanganku dengan tatapan tidak percaya. “Yossi, hanya karena aku sibuk mengurus bayi dan nggak angkat teleponmu, kamu mau minta cerai?” “Bisa-bisanya kamu cemburu sama bayi enam bulan?” Aku tak membalas tatapannya. Mataku malah tertuju pada bekas cupang yang mencolok di belakang telinganya. “Kalau kamu memang begitu sayang sama bayi itu, aku akan merestui keinginanmu. Silakan jadi ayah dari anak itu saja,” ujarku dengan tenang.
11.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 434 kali sebagai subuh quotes
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menjadi Istri Kedua, Ternyata Suamiku Mencintaiku

Terpaksa Menjadi Istri Kedua, Ternyata Suamiku Mencintaiku

“Ayoo bangun, Sayangku,” Angga mencoba lagi, kali ini mencubit hidungku gemas. Aku membuka mata sedikit, memohon. “Mas, aku masih capek dan lemas banget. Kamu duluan aja.” Angga tertawa pelan, tawa yang membuatku ingin meninjunya sekaligus menciumnya. “Loh, kan seharusnya yang kecapekan itu aku, sayang?” godanya, matanya penuh ejekan jenaka. Mataku langsung terbuka lebar. Aku mendorong pelan wajahnya. “Enak saja kamu, ya, kalau ngomong!” Angga tertawa puas. Ia mencium bibirku singkat, sebuah sentuhan pagi yang membuat jantungku berdesir. “Yasudah, kamu tidur lagi sebentar. Aku mandi duluan, Muachhh…” Setelah mandi, kami berdua berdiri berdampingan. Keintiman semalam mengubah segalanya. Gerakan sholat Subuh kami terasa lebih sakral, diimami oleh pria yang telah memeluk jiwaku dan ragaku. Selesai berdoa, aku langsung ingin merebahkan diri lagi. Rasa lelah itu sungguh nyata. Namun, Angga menahan lenganku. “Kamu mau ke mana, Sayang?” tanyanya lembut, tangannya masih memegang tasbih. “Aku mau tidur lagi, Mas. Masih capek dan ngantuk banget,” jawabku dengan mata sayu, tanpa malu mengakui kelemahanku. Angga tersenyum teduh. “Sini, kamu tidur di sini saja. Temani aku berdzikir.” Ia menepuk pahanya yang kini tertutup sarung, mengisyaratkan tempat peristirahatan. Aku menurut. Aku merebahkan diri di pangkuannya, wangi sabun dan parfumnya menyelimutiku. Aku menutup mata, dan suaraku Angga yang merdu melantunkan dzikir menjadi ninabobo paling menenangkan. Angga menatapku yang terlelap, mukena masih menutupi kepalaku, dan damai di wajahku. Hatinya melunak, dipenuhi gelombang emosi yang tak pernah ia rasakan bersama Angel. Angel selalu sulit diajak sholat, selalu menuntut, selalu membuat drama. Putri berbeda. Dia penurut, sederhana, dan kecantikannya bukan hanya di luar, tetapi di dalam hatinya. Angga menarik napas dalam. Ya Allah, terima kasih Engkau telah menjadikan dia sebagai Istriku. Aku sungguh benar-benar mencintainya, batin Angga, sebuah pengakuan yang melegakan sekaligus menakutkan. Semoga dia adalah istri yang bisa membantuku untuk ke surga/Mu nanti, Ya Allah. Aamiin. Angga menunduk, mencium keningku
578 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai subuh quotes
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status