Kawin Sama Mantan
"Kau menang, Sia ... Kau benar-benar iblis yang cerdas."
"Kau kini telah berhasil melenyapkanku dan ayah dengan caramu yang paling kejam. Kau menang! Kau menang, anak buangan!" Sulli berkata dengan tawa getir yang pecah menjadi isakan
Merasa tidak ada lagi jalan keluar, dan tidak sanggup membayangkan dirinya akan dimakan hidup-hidup hingga ke tulang seperti ayahnya, Sulli mengambil keputusan terakhir. Ia tidak ingin mati perlahan. Ia tidak ingin merasakan induk semut merobek wajahnya seperti yang ia lihat pada ayahnya. Dengan sisa tenaga yang ia miliki, Sulli menegakkan kepalanya, lalu dengan kekuatan penuh, ia membenturkan kepalanya ke pintu bangunan tersebut.