Suamiku Sugar Daddy
"Leher Dokter boleh."
Kali ini Suster Anna kubuat kesal. Namun, ia tersenyum tidak lama mengerucutkan bibirnya. Ia pun kembali memberikan aku berkas. Kali ini agak segar, bersama Suster Anna, bukan Suster Bella. Lebih semangat ditemani anak gadis baru lulus.
Aku melihat jam, sudah hampir waktunya makan siang. Melihat berkas data pasien, ternyata tidak terlalu banyak. Tinggal beberapa orang saja.