Dihina Karena Tidak Memakai Perhiasan
Ingin sekali Krisna mengusap air matanya yang mengalir deras di pipi wanita cantik itu, tapi mengingat jika mereka masih belum sah menjadi suami istri, Krisna mengurungkan niatnya.
"Bukan salah keluargamu, Kris. Memang usia Ayah cukup sampai di situ. Aku tidak pernah menyalahkan siapapun atas kematian Ayah," sahut Hana lebih tenang. Dia menarik tissue dari tempatnya dan mengusap sisa air matanya di pipi. Tidak ada bekas bedak yang menempel. Kecantikan Hana adalah wujud kecantikan yang natural. Bahkan bibirnya tidak pernah terlihat memakai lipstik atau sejenisnya. Bibir Hana sudah ranum meskipun tanpa pewarna.
"Aku hanya takut--"