Godaan Maut CEO Cantik
Celana dalamnya terasa semakin sesak, semakin sempit, seolah sedang melakukan protes keras.
"Tolong angkat tangan Anda, Tuan," suara tailor yang satunya berbisik pelan, tangannya dengan luwes menelusuri garis bisepnya. Jovian menurut, mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi. Lalu, entah bagaimana, sang tailor wanita memanfaatkan momen itu untuk melingkarkan pita ukur di selangkangannya, lebih lama dari yang seharusnya. Jari-jarinya menyapu kain tipis itu, dan Jovian bersumpah ia bisa merasakan setiap sentuhan. Wajahnya ingin memerah, tapi ia tahu ia tak boleh menunjukkan kelemahan di depan Vandella. Sialan, dia ini manusia, bukan patung marmer!
Hot Chapters