KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Klien satu ini anak sahabat saya. Tapi agak rewel. Hari ini fitting yang ketiga kali. Entah akan ada drama apa lagi. Dua fitting sebelumnya cukup membuat saya pusing. Semoga saja hari ini dia nggak komplen apa-apa lagi,“ katanya. Aku menanggapi curhatan Bu Annisa dengan senyuman tipis saja.
Tiba di ruang fitting, aku terpana melihat beberapa kebayaa dan gaun yang terpajang di sana. Semuanya begitu cantik
“Gimana menurut kamu, Nai?“ tanya Bu Annisa.
“Cantik, Bu.“ Aku menjawab seraya mendekat ke salahsatu gaun yang terpajang di sana. Gaun berwarna putih yang terbuat dari bahan silk. Mendadak, anganku melayang ke masa dimana aku bekerja di toko tekstil. Lebih tepatnya pada Aric.
“Bu, Mbak Dea
Hot Chapters