Kamulah Takdirku
Dengan setengah meremas rok putih yang Nay kenakan, namun tetap mempertahakan mimik mukanya sebiasa mungkin.
“Ooh yang tadi, wajar kamu beranggapan seperti itu, karena memang sikapku pada mereka rawan anggapan sombong oleh siapapun, lagi pula aku tidak sepelit itu Nay. Dan menurut aku mereka masih sangat muda untuk pekerjaan seperti itu, mereka anak muda yang seharusnya berkarya. Dan aku lebih suka berbagi makan tanpa mereka tau siapa yang memberinya, karena dengan perut terisi otak akan berproses, dari pada memberi uang yang aku takutkan mereka menggunakan untuk hal yang tidak baik. maaf bukan aku tidak mau melayani kamu istriku tapi aku benar-benar sudah ditunggu orang.” Nay memutar bola m
Bab Populer