JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU
Eyang mengangguk pias, sebelum dirinya beranjak.
"Kematian ... " Eyang mulai memberi amanah.
Kasur busa kutepuk-tepuk, menunggu lampu pijar di gantung Eyang dengan baik pada tempatnya.
"Kematian itu adalah takdir Allah, Neng. Kamu harus garis bawahi itu. Apapun yang sedang terjadi di rumah ini, tidak akan usai jika Allah belum memberi izin selesai. Yang kamu perlu terima lapang dada, apabila Eyang lebih dulu pergi. Kamu tetap harus melanjutkan hidup. Pergilah yang jauh, menikah, dan melupakan peristiwa kelam di sini."