Tawanan Hati Sang Penguasa
tanya Isabella, suaranya terdengar kecil, nyaris tenggelam di tengah keheningan malam.
“Belum,” jawab Victor singkat, lalu melanjutkan perjalanan.
Jalan yang mereka lalui berliku dan semakin gelap, tetapi tak lama kemudian, sebuah pemandangan luar biasa terbentang di depan mereka. Rumah itu—lebih tepatnya seperti sebuah istana—berdiri megah di tengah lahan luas yang tampak tak berujung. Arsitekturnya bergaya klasik Eropa, dengan pilar-pilar tinggi, balkon yang dihiasi ukiran rumit, dan jendela-jendela besar yang memantulkan cahaya lampu dari dalam.
Hot Chapters