Duka Cita
“Jadi nggak perlu melebar ke mana-mana. Aku tahu kamu capek, jenuh, dan … muak dengan semua ini. Aku juga tahu, kalau kamu sudah punya tempat yang bisa membuat capek, jenuh, dan muakmu itu hilang. Sayangnya, itu bukan aku.”
“Cita, sudah kubilang itu nggak seperti yang kamu—“
“Kemarikan hapemu, kalau semua itu bukan seperti yang aku bayangkan,” ujar Cita sembari mengulurkan tangan kanannya pada Arya. “Apa boleh aku cek semua isinya?”
Arya menarik napas panjang seraya menyugar rambutnya ke belakang, lalu menjambaknya dengan erat. “Cita—“
Hot Chapters