Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terpaksa Menjadi Istri Pengganti

Terpaksa Menjadi Istri Pengganti

“Grup khusus bacaan dan tontonan dewasa, dua puluh satu plus-plus.” “Ck, Mesumm!” dengkusku menggeleng, rona merah di wajahku menahan malu. Hahahaha… Mas Adam kali ini tertawa lebih keras. “Kamu belum cukup umur. Iya, kan?” “Iya, umurku emang baru mau dua puluh tahun, tiga bulan lagi. Puas!” ocehku sedikit kesal. “Ish.. ish.. ish, aku terkena pasal pelanggaran menikahi gadis di bawah umur nggak, ya?” tanyanya menggoda.
106.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai tantrum orang dewasa
Baca
+Pustaka
Terjerat Gairah Paman Suamiku

Terjerat Gairah Paman Suamiku

“Nak ... Orang dewasa itu tidak semuanya bisa atau mau menepati janjinya.” “Kenapa bisa begitu, Ma?” tanya Matthew penasaran. “Bisa jadi karena keadaan yang memaksanya untuk tidak menepati janji tepat waktu atau bisa karena orang dewasa tersebut memang tidak mau.” “Dan Paman Sebastian adalah salah satu yang tidak bisa menep—” “Paman Sebastian!” Suara Esme menggantung di udara saat Matthew berteriak kencang dan langsung melompat dari tempat duduk.
1031.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai tantrum orang dewasa
Baca
+Pustaka
Sentuhan Manja Sang CEO Arogan

Sentuhan Manja Sang CEO Arogan

tanya Cakra yang masuk ke dalam list khusus. "Dia tidak anak kecil lagi sekarang dia sudah dewasa, Cakra. Lagipula ini sudah 25 tahun. Paling sekarang usianya mungkin 24 atau 23," jawab Marcel lagi. Cakra membolakan matanya mendengar apa yang dikatakan oleh Marcel. "Tutup mulutmu! Aku tahu kalau dia sudah dewasa kamu jangan seperti Paman Bob yang buat aku kesal," kesal Cakra dengan Marcel.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai tantrum orang dewasa
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Mantan Kekasihku

Mengejar Cinta Mantan Kekasihku

“Kenapa tidak usah didengarkan? Pertanyaan om Axel ada benarnya juga. Siapa orangtua di dunia ini yang tidak khawatir saat putri mereka berkencan? Mereka pasti takut putri mereka melakukan sesuatu di luar batas norma dan kebablasan.” “Sesuatu di luar batas apa?” gerutu Embun. Ia memalingkan muka hingga Rain menggoda. “Making love, apa lagi?” “Rain!” Embun berteriak karena Pria itu berbicara gamblang seolah tak sedikit pun rasa malu. “Kenapa kamu mengatakannya dengan sangat lantang, aku kan malu.” “Untuk apa malu? Kita sudah sama-sama dewasa, umurmu hampir dua puluh lima tahun dan aku dua puluh enam tahun. Kita sudah matang untuk melakukan itu,” ujar Rain.
1020.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 503 kali sebagai tantrum orang dewasa
Baca
+Pustaka
Bertahan Di Sampingmu

Bertahan Di Sampingmu

Mommy menampar keras pantat Sean. "Ouch! Mooooom." Sean memprotes. "Kamu bercinta dengan anak di bawah umur?" Mommy belum pernah terlihat seterkejut ini. Sean menegakan tubuhnya, dia mengangguk dengan wajah mengerut penuh penyesalan. "Ya Tuhan, Seaaaan! Apa yang ada di otak kamu? Umur kamu sudah tiga puluh tahun, kamu bisa cari seorang wanita untuk kamu tiduri, bukan seorang gadis remaja!"
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 551 kali sebagai tantrum orang dewasa
Baca
+Pustaka
Hasrat Terlarang Sepupu Tampan

Hasrat Terlarang Sepupu Tampan

Ruang kantor itu dipenuhi sisa aroma kopi yang samar-samar. Dindingnya berlapis cat abu-abu lembut. Di belakang meja, kursi kulit hitam tinggi tampak kokoh, memberi kesan wibawa. Renand duduk sambil memegangi berkas di tangannya. "Dia benar-benar manusia sampah!" ujarnya seraya mengetuk sebuah poto dengan telunjuknya.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai tantrum orang dewasa
Baca
+Pustaka
Istri Ku Sang Ratu Bumi

Istri Ku Sang Ratu Bumi

“Artinya, saat saya, atau yang lainnya menemukan kamarmu berantakan, bukan karena kamu ngamuk dan melempar dan merusak semua barang-barang itu?” Elang menggeleng sambil tersenyum masam. “Saya tidak pernah ngamuk, Wan.” “Tapi kami semua berpikir itu akibat tantrum kamu. Dan melampiaskannya dengan merusak semua barang,” Ridwan menggelengkan kepalanya. “Aku memang sesekali merasa marah ketika ada hal yang membuatku marah. Namun aku tidak pernah tantrum seperti yang kalian sangkakan. Manusia normal mana yang tidak pernah marah, Wan?” kata Elang.
9.919.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 591 kali sebagai tantrum orang dewasa
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
Joy
Beneran suka sama cerita ini. Makin kesini makin seru. Di awal mmg asuknya alur lambat, tapi justru ngasih hal baru yg beda sama novel2 lain, yg hampir sama tema ceritanya. Ditunggu up bab nya lg ya Thor
Bintang
Dear GoodReaders pembaca setia Aliya, Season 2-nya sudah ada yaa. judulnya : Ratu Bumi : Kebangkitan Sang Raja Teman2 bisa klik profil author utk pilih buku itu, atau klik di kolom pencarian dgn kata kunci RATU BUMI, atau ketik saja judul lengkapnya. Happy Reading all!!! ^,^
Baca Semua Ulasan
PEMBALASAN DENDAM SANG PEWARIS

PEMBALASAN DENDAM SANG PEWARIS

Teriak Aletta, dia terlihat membuang muka dan menutupi wajahnya. Peter pan syndrome atau Sindrom Peter Pan adalah perilaku orang dewasa yang menyerupai anak kecil atau remaja. Mereka 'enggan untuk jadi orang dewasa', perihal bertanggung jawab dan mengambil keputusan dalam kehidupan mereka. Tentu saja Aditya tidak terima disebut begitu oleh Ibunya. Karena sejauh ini dia merasa sudah sangat bertanggung jawab bahkan pada Ayah yang sudah menelantarkannya.
1093.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai tantrum orang dewasa
Baca
+Pustaka
Carinya Daddy Dapetnya Baby

Carinya Daddy Dapetnya Baby

“Orang dewasa tidak boleh menangis.” Kalimat yang rasanya jauh lebih umum daripada kata “orang dewasa” di dalamnya diganti dengan “anak-anak”. Karena seolah hanya anak-anak saja yang boleh menangis, marah, meraung, dan merasa kesal. Padahal orang dewasa juga merasakan perasaan yang sama.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai tantrum orang dewasa
Baca
+Pustaka
Terjerat Dekapan Om Tampan

Terjerat Dekapan Om Tampan

Wajahnya merah padam seperti kepiting rebus, kedua matanya menatap tajam pada anak buahnya yang sudah menghilang setelah melewati pintu rumah. Douglas menarik nafas panjang, lalu menghenyakkan punggungnya ke sandaran sofa ruang keluarga. Kedua tangannya meremas rambutnya berulang kali. Bibi pelayan datang memberikan secangkir teh untuk tuannya. “Tuan, tidak baik marah-marah di usia yang sudah tidak muda, takut darah tinggi.” Bibi menasehati tuannya yang sejak pulang kerja mengamuk seperti hewan buas yang tengah mencari mangsa.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai tantrum orang dewasa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status