Suami Perkasa
“Kamu ngomong gitu sekarang… di malam pertama kita?”
Sukma mengedip, seolah ini lelucon ringan. “Loh, kan aku cuma cerita . Santai aja. Itu dulu.”
Farel menggeser duduknya, matanya tetap tertuju pada tato itu. “Kamu sadar nggak, setiap kali aku lihat itu, aku bakal inget ada nama lelaki lain nempel di tubuhmu? Dan bukan cuma di punggung atau pergelangan kaki… tapi di sini—” ia menunjuk dada Sukma, “—di tempat yang paling… pribadi.”