Istri Muda
Begitu juga Elang yang bersemu merah mendengar ucapan Huri.
“Ini, Bang … maaf, kirain gak sebanyak itu.” Huri mengarahkan cermin pada leher Elang. Betapa kagetnya lelaki itu saat mendapati begitu banyak tanda cinta dari Huri. Pantas saja sejak tadi ibunya dan mertuanya memandangnya dengan tatapan aneh. Elang meraba kembali lehernya sambil menelan ludah kasar. Tanda menghitam ini tentu tidak akan hilang dalam waktu dua hari, lalu bagaimana dia bisa pulang dalam keadaan seperti ini? Kiya yang juga selalu memberikan tato pada lehernya, tentu hapal tanda apa ini. Elang merasa usianya tidak akan lama jika ia berani pulang dalam keadaan seperti ini.
“Trus, saya harus bagaimana? Saya tidak mungkin
Hot Chapters