Tawanan Pewaris Psikopat
“Aku ingin bicara berdua saja, boleh?’
Regano mengangguk, toh tidak ada salahnya. Dia membawa wanita-yang tidak diketahui nama aslinya-itu ke salah satu café ternama, memilih ruang privasi agar lebih nyaman untuk mengobrol. Pertama kali, dia berbicara berdua dengan wanita itu. Mereka hanya bertemu beberapa kali saat Edward mengajaknya ikut serta dalam pertemuan.
“Namaku Vivian, panggil Vian aja,” lontar wanita itu melepas kacamatnya. Wanita itu tampak lebih memukau tanpa kacamatanya.
“Kenapa memberitahuku? Bukankah nama itu rahasia?” tanya Regano mengerutkan kening, menatap intens wanita yang justru tertawa itu.
“Biar kita bisa mengobrol dengan santai saja,”
Sejenak perhatian Vivian teralih
Hot Chapters