PENDEKAR MACAN TUTUL
Aura Kisahpendekar naik kudapendekar pedangpendekar mabukpendekar pancasona
Bukan hanya ketiga Pendekar Penguji itu itu yang merasakan sakit yang menusuk di gendang telinga dan nyeri di segenap saraf tubuhnya, namun semua penonton, termasuk Ki Lurah Cokro dan Jan Tole.
Untungnya, Panji Jagat tidak melanjutkan auman dan gerungannya, sehingga semua orang bisa terbebas dari siksaan. Ia memandang kepada ketiga lawannya dengan tatapan mata sangat tajam seolah-olah sorot mata seekor macan yang siap menerkam yang disertai bunyi gigi-geriginya yang menggeretak.
“Si-siapa kau ini, Anak Muda ....?” tanya salah seorang Pendekar Penguji dengan wajah ketakutan.
Beliebte Kapitel