Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Toga Pengorbanan Mama

Toga Pengorbanan Mama

"Hushhh,, ojo gangguin bapak mu, De'ene wes tenang , nang alam sana " sambil menempelkan jari telunjuk nya dibibir ku. Dan tiba- tiba "Krukkkk ....krukkkk .krukkk" Suara petek sopo iku.. Kok deres kali suara neh, ampe masok nang nomah.. Iku ra' suara petek loch mbok , Iku surah ne ' peteng ara di isi no''. Kanggo sayur bunga gandol.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai telinga bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
Akhirnya Aku Kembali

Akhirnya Aku Kembali

Dug. Dug... Ya, jantungnya terdengar berdetak dengan normal… Dug...! Dug..! Dug! Dug!! Tapi Tunggu....!! Dug!! Dug!!! Dug!!!!Dug!!!!!!!! Suara detak jantung pria itu semakin lama terdengar semakin kencang tidak beraturan!
9.8191.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai telinga bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Bahkan, DUG, DUG, DUG, Makhluk itu pun mengangkat kakinya, dan menghentakannya beberapa kali hingga membuat tanah di sekitar mereka bergetar dengan sangat hebat. “AH JELEMA TEH KIEU, HESE DI OMONGAN, NYA ENGGEUS LAMUN MANEH EDEK PAEH MAH, PAEH WE AYEUNA NYA, KU URANG EDEK LANGSUNG DIKUBUR DIDIEU AYEUNA MEH EUWEUH ANU APALEUN. (AH MANUSIA TUH GINI, SUSAH DI KASIH TAHU, YASUDAH KALAU KALIAN INGIN MATI, MATI AJA SEKARANG, AKAN KU KUBUR DISINI SEKARANG BIAR TIDAK AKAN ADA YANG TAHU.)”
10126.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.0K kali sebagai telinga bunyi dug dug
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
Saya Pujangga manik mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Salam hangat dari kami yang telah banyak berbuat keliru di masa lalu. Mohon semua salah dari kami di maafkan. Minal Aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin
Lengkunglangit
saya pembaca setia a, saya ga pernah menyesal baca cerita dr aa mah, ga prnh ada kesel"nya kalo baca. nyaman dan menikmati. saya doain cerita aa bisa sukses seperti kkn. aamiin, sehat" ya aa dan keluarga, biar semangat terus nulis na.
Baca Semua Ulasan
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

gumamnya. Ia kemudian menempelkan telinganya pada permukaan batu. Dan di detik berikutnya, ia mendengar suara samar, seperti seseorang berbicara di balik dinding tebal. “Lamun rasa teu disaur, bumi bakal tangis…” (Jika rasa tak disapa, bumi akan menangis.) Larisa menegakkan tubuhnya, jantungnya berdetak cepat. Suara itu adalah bahasa Sunda Kuno, bahasa yang sama seperti kata-kata yang ia dengar dari Arjuna.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai telinga bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
Kau Campakkan Aku, Kunikahi Komandanmu

Kau Campakkan Aku, Kunikahi Komandanmu

Suaranya pelan sekali. “Apa? saya nggak dengar.” Bening menggerutu. “Mas Lingga.” “Masih kurang kedengeran.” Bening cemberut. “Ih! Serius!” “Serius, saya belum dengar. Suaramu nggak jelas.” Bening menghela napas panjang. “Mas Lingga! Mas Lingga! Mas Lingga!” Kalingga seketika tersenyum. “Nah, begitu dong. Setelah ini, panggil saya seperti itu, jangan sampai salah panggil lagi.”
9.8127.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai telinga bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

glugut. Itu adalah serangkaian suara yang diperas dari ribuan tenggorokan, terputus-putus, seperti orang tenggelam yang meniup gelembung di bawah air. Di dek tinggi setiap kapal, beberapa bayangan hijau tua menempel. Deep One itu lebih tinggi dari anggota jenis mereka yang biasa, dan sisik gelap mereka berkilauan dengan kilap berminyak.
9.67.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai telinga bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
Travel Menjadi Saksi Bisu Kisahku

Travel Menjadi Saksi Bisu Kisahku

“AHHH… AHHHH…. OHHHH…. SHITT” *PLOK! PLOK! PLOK!* Bunyi telapak tangan yang berbenturan dengan selangkangan semakin terdengar keras menjelang puncak kenikmatan yang akan aku raih. “AHH….. AHHH….. TERUS SAYANGHH…. TERUSHH OHHH…” *PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK!* “UHHH… SHHH…. AHHH…. INI…. INI DIAHH… AHHHH”
413 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai telinga bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
FATED

FATED

Buru-buru aku menutup panggilan telepon itu. [Yoon Jae’s POV] “Ikuti aku, ya? Do re mi fa so la si do ….” “Do re mi fa so la si do ….” Perempuan yang berdiri di depanku itu menggelengkan kepalanya. “Ulangi sekali lagi.” Aku menarik napas dan mengulanginya sekali lagi. “Do re mi fa so la si do ….”
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai telinga bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
Frekuensi Terlarang

Frekuensi Terlarang

Juan berdiri di pintu gua, menatap ke arah lembah di mana reruntuhan laboratorium lotus masih mengeluarkan asap hitam tipis ke angkasa. Tiba-tiba, telinganya menangkap suara dengung frekuensi tinggi yang membuatnya terjatuh sambil memegang kepalanya dengan ekspresi kesakitan yang hebat. Deng... deng... deng... Suara itu menyerupai lonceng pemakaman digital yang diputar dengan kecepatan sepuluh kali lipat dari normal.
345 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai telinga bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
Memilih Bercerai Daripada Dimadu

Memilih Bercerai Daripada Dimadu

Ting tong ting tong Terdengat bunyi bel apartemen yang dibunyikan secara tidak sabar. "Siapa sih, Dew. Pagi-pagi sudah bertamu," Santi yang terbangun dari tidurnya karena mendengar suara bel menggerutu kesal. "Gak tau nih. Tolong bukain, Sin. Aku lagi masak. Nanggung nih." Ting tong ting tong "Iya-iya. Sabar napasih." Santi berjalan cepat menuju pintu kemudian melihat tamunya dari layar monitor.
1077.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai telinga bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status