Aku Menikahinya Karena Ingin Balas Dendam
Tanya Kezia lagi.
“Hmmm... bagaiman ya? Sepertinya aku tidak memiliki orang-orang yg bisa disebut teman , hihihi. Makanya aku setiap tahun selalu membungkus kado seperti ini. aku selalu berharap ingin punya teman. Yang benar-benar bisa disebut teman. Aku punya beberapa yang bisa dipanggil teman dikampus, tapi mereka hanya memanfaatkanku saja sepertinya. Sebenarnya itulah alasan mengapa aku jarang ke kampus. Namun saat dengan Nera berbeda, dia tidak pernah membuatku merasa tersanjung, malah dia biasa saja. dan dia mengobrol denganku tanpa rasa kagum serta memberi nasehat seperti seorang teman, meskipun kami jarang ngobrol. Makanya aku sangat berterimakasih pada Nera dan Gevan. Akhirnya aku pu