Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjebak di Dalam Novel

Terjebak di Dalam Novel

Bianca mengangguk pelan dengan senyumannya yang tipis, "Benar. Kau kan sahabat kami. Meskipun aku, Rei, dan Terry tidak sekelas denganmu, Yunna akan selalu menempel padamu untuk membantumu. Jadi kau jangan khawatir di sekolah besok!" Uhm, apakah aku harus pergi ke sekolah? Mereka bilang kami berlima adalah sahabat. Tapi kenapa rasanya sangat canggung begini ya? Apa sahabat memang seperti ini, atau itu karena aku yang tidak mengingat mereka? Aku tidak tahu, karena aku lupa bagaimana cara dan rasanya berteman. Mereka berempat tinggal di kamar inapku cukup lama. Saling bersenda gurau yang tak dapat ku ketahui letak lucunya dimana, jadi karena itu aku lebih banyak diam.
9.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 356 kali sebagai teman sekelas
Baca
+Pustaka
Better Without You

Better Without You

Tegas April. Teman-temanku meninggalkanku di ruang kelas. Aku merasa bersalah dan bertanya-tanya. Apakah selama ini aku memang tidak pernah menyisihkan waktu untuk mereka lagi? (WazzApp notification - Rafael) "Sayang, dimana? Aku udah di kampus kamu nih. Aku tunggu di coffee shop ya."
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai teman sekelas
Baca
+Pustaka
My 'Bad' Boyfriend

My 'Bad' Boyfriend

Tak berdaya jika harus berlama-lama mengobrol dengan posisi mesra dan suara setengah berbisik-bisik begini. "Kamu pernah satu sekolah sama aku, 'kan? Pas SMP atau SMA?" tanya Boy. "Pas SMP," jawabku cepat. "Pernah satu kelas juga?" tanya Boy lagi. "Ya... Dari kelas satu sampai kelas tiga," ungkapku pelan. "Pantesan muka kamu familiar," komentar Boy. Kalau mukaku familiar, kenapa Boy tidak mengatakannya padaku saat aku mengambilkan pulpennya yang terjatuh waktu itu ya? Itu bukti, bahwa aku memang benar-benar 'tidak terlihat' di matanya.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai teman sekelas
Baca
+Pustaka
Flower Travel

Flower Travel

Tapi, sepertinya tampangku tidaklah seburuk atau semenyeramkan itu. "Dia lari lagi tuh," ujar Sherly yang muncul secara mendadak di sebelahku. Sekadar pemberitahuan, dia adalah teman sebangkuku. Napas berat terembuskan. "Seharusnya ketua kelas itu sering-sering berkomunikasi dengan teman sekelasnya. Tapi, dia malah kalang kabut setiap lihat wajah gue. Memangnya gue jelek, ya?"
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai teman sekelas
Baca
+Pustaka
Ada cinta di dalam kelas

Ada cinta di dalam kelas

Ia justru merasa bersemangat karena dikelilingi teman-teman yang unik dengan karakter masing-masing. Syifa masuk ke ruang kelas kecil yang biasanya menjadi tempat berkumpul mereka berlima. Di dalam, sudah ada Arka dan Reza yang duduk berdampingan sambil mengobrol. Arka adalah teman yang paling mudah diajak bercanda. Pintar, tampan, dan humoris, membuatnya selalu berhasil membuat suasana kelas menjadi hidup. Sedangkan Reza, dengan gaya parlente dan kacamata khasnya, adalah sosok yang tak kalah menarik. Kaya dan royal, Reza selalu tahu cara memperlakukan teman-temannya dengan baik, apalagi kepada Syifa. Diam-diam, Reza punya perasaan lebih terhadap Syifa, dan itu membuatnya sering menggombal.
898 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai teman sekelas
Baca
+Pustaka
About Me Alshameyzea

About Me Alshameyzea

candaku sambil duduk di sebelahnya. "Lah, emang! Meskipun gak kenal langsung, temen-temen sekelas yang cerita. Clara tuh udah terkenal dari kelas X, suka caper," katanya sambil melipat tangan di depan dada.
9.62.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai teman sekelas
Baca
+Pustaka
Misteri Menara Tanpa Nama

Misteri Menara Tanpa Nama

“Bisa kau menjelaskannya lebih lanjut?” “Jika kalian berada di tingkatan kelas yang berbeda, misalnya kau kelas 1 SMA dan temanmu itu kelas 2 SMA, maka akan ada jarak yang cukup jauh di antara kalian berdua, karena jarang ada orang yang bisa berkumpul di dalam satu grup jika ada satu di antara kalian yang berbeda tingkat kelas... mungkin saja kalian bisa, jika grup itu hanya berisi kalian berdua, tapi jika ada anggota lainnya, maka seorang yang berbeda kelas itu akan merasa canggung dan tak nyaman saat berada di dalam grup.” “Kenapa kita tidak bisa membentuk grup pertemanan yang berasal dari berbagai kelas yang berbeda-beda?”
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai teman sekelas
Baca
+Pustaka
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

Entah berkah atau musibah? Amanda Siti Aura, biar keren gue panggil dia Siti. Dia teman sebangku gue dari kelas 10, dan ternyata kita harus sekelas lagi dan sebangku lagi di kelas 11. Padahal kerjaan sehari-hari kita adalah bacot bacotan, saling menghina, saling memaki, kagak ada akur-akurnya kek bawang merah dan bawang putih.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai teman sekelas
Baca
+Pustaka
REUNI

REUNI

Jadi, sangat wajar jika pertemuan keduanya terlihat renyah. Di meja lain aku melihat Sintia, wanita yang sudah dari jamannya sekolah selalu bersama Tama. Aku iri padanya. Seandainya bisa, aku mau bertukar posisi dengannya. "Teman-teman sekelas kita mana ya?" tanya Danar entah kepada siapa, kepalanya celingukan. Ya, selain Danar dan Giko aku tidak menemukan teman sekelasku lainnya. Apa mereka tidak hadir?
1015.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 353 kali sebagai teman sekelas
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Yuli F. Riyadi
Halooo, Selamat Datang di Goodnovel. Ini cerita keempatku di sini. Semoga kalian suka membaca kisah Wina-Tama-Giko-Danar. Mereka akan menemani kalian tiap hari hingga tamat. Yuk! ramaikan dan jangan lupa tinggalkan review lima bintang .........
arwa
biasanya aku kurang suka baca cerita yg ceritanya cuma dr sudut pandang satu doang,,,tp ini lain,rasanya harus lanjut baca terus,bagus si,sayang nemu cerita ini baru,,,, habis ini enaknya lanjut cerita yg mana kak??
Baca Semua Ulasan
Seruni Senja

Seruni Senja

Hanya kelas A yang menjadi pengecualian. “Hai, Namaku Rani.” Kata teman kelas di samping meja Ira “Ehh hai, aku Ira.” Jawab Ira “Mulai haru ini kita berteman ya.” Lanjut Rani Ira pun mengangguk dan tersenyum senang karena dimana pun Ira berada selalu memiliki teman baru. Ira tidak berubah, tetap memilih untuk duduk sendirian di kursi nomor dua dari belakang.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai teman sekelas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status