Keturunan Untuk Suamiku
Kata-kata Sabian tentang keputusannya, tentang pilihannya yang didasari perasaan, terus berputar di benaknya.
"Aku bodoh," gumamnya di antara isakan. "Harusnya aku tetap bersama Sabian." Penyesalan itu datang menghantam, menggerogoti setiap inci hatinya. Jika saja ia lebih sabar, jika saja ia tidak menyerah pada jarak dan ketidakpastian, mungkin ia tidak akan terjerat dalam pernikahan yang hampa ini. Mungkin ia akan bahagia, di samping pria yang benar-benar mencintainya.
Taksi terus melaju, membawa Sabrina menjauh dari Sabian, dan semakin dalam ke pusaran penyesalan yang tak berujung.
Bab Populer