Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TERGODA Paman dari Suamiku

TERGODA Paman dari Suamiku

” Teriak Veter ketika mereka berada di dalam mobil. ”Lebih baik kita fokus di perjalanan, sampai tiba di mansion baru kita bahas hal ini. Akan sangat berbahaya, jika bertengkar dalam kondisi mengemudi seperti ini.” Ucap Camel dengan suara tenang namun sedikit gemetar. Melihat respon tenang dari Camel, Veter pun terbungkam dan terlihat jelas air mata berlinang di pipi mulus Camel. °Mansion Kediaman Veter Alvaresh dan Camelia Hebrew°
1022.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 865 kali sebagai teras kondang
Baca
+Pustaka
Godaan Panas Tetangga Baru

Godaan Panas Tetangga Baru

Juan terdiam, membayangkan bagaimana seorang gadis seusia Fara dulu harus bertahan di jalanan sendirian. "Aku nggak mau selamanya hidup seperti itu. Aku belajar sendiri, cari kerja lebih baik, nabung sedikit demi sedikit. Aku pernah kerja jadi admin di kantor kecil, lalu mulai belajar keahlian baru. Aku belajar bisnis, belajar komunikasi, aku terus berusaha supaya aku bisa naik ke tingkat yang lebih baik. Aku nggak mau hidupku terus begini."
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai teras kondang
Baca
+Pustaka
Mantan Terindah

Mantan Terindah

Bahkan dia memberikan diskon khusus untuk mereka berempat. Mereka berempat berada di sebuah ruangan dengan lampu kelap-kelip berwarna-warni dan suara menggelegar dari musik yang diputar di televisi. Melissa menjadi orang pertama yang berkaraoke. Dia mengerahkan seluruh kemampuan menyanyinya sebaik mungkin dengan menyanyikan lagu tentang buaya darat---sambil menunjuk-nunjuk ke arah Mike yang bersorak untuk pacarnya itu.
1014.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 350 kali sebagai teras kondang
Baca
+Pustaka
Berubahnya Istri Bodoh sang CEO

Berubahnya Istri Bodoh sang CEO

Tentu saja kesal, Karena sekarang tera harus lagi-lagi berpikir, mencari cara agar bisa menciptakan perselisihan di antara mereka. Terra bangkit dari posisinya, dia berjalan mendekati warung di mana dia membeli 4 botol air mineral sebelumnya. Di sana, dia memperlihatkan wajah sedihnya dan wajah tidak berdaya untuk mengundang rasa penasaran orang-orang yang berada di sana. Terra berpura-pura untuk menangis tanpa suara, dan benar saja ada beberapa orang yang melihatnya dan bertanya kepada Terra tentang apa yang terjadi sehingga Terra menjadi menangis di sana.
9.6129.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai teras kondang
Tampilkan Ulasan (20)
Baca
+Pustaka
Irwan Pratama
cringe pertama Krn si rodez gampang banget celap celup pdhl semenjak gozel kecelakaan bukannya dia nyadari KLO dach jatuh cinta...trs yg k 2 knp gozel g ngejelasin aj k rodez KLO ibunya sakit knp harus main sembunyi" dr rodez apalagi rodez hilang ingatan/trs LG d fase krisis kepercayaan
ani
Saya sangat suka alur yg seperti ini, sadar dan berubah karena tekad sendiri., masih orang yg sama bukan krn kemasukan jiwa lain... sekarang byk alur novel sadar krn kelahiran kembali atau mngkin transmigrasi ke dunia novel masuknke tubuh tokoh antagonis.. walaupun sybjuga suka alur spt itu.. hehe
Baca Semua Ulasan
TETANGGA DARI NERAKA

TETANGGA DARI NERAKA

Padahal dua ikat kangkung bisa terjual sebesar empat ribu rupiah. "Astaghfirullah, ada ya orang kayak gitu?" lirih Mamang Sayur. Ibu-ibu kembali menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan Bu Nurma. Aku pulang dan menceritakan semua ucapan Bu Nurma pada ibu. Ibu hanya tersenyum dan mengatakan agar aku bisa sabar menghadapi Bu Nurma. Karena kelak, waktu yang akan menunjukkan kebenarannya. Mendengar petuah yang keluar dari mulut Ibu, aku pun hanya mampu mengangguk sambil tersenyum. Kalau lawannya ibu, mau dijulidin model gimana pun, jawabanya hanya sabar. Tapi aku tidak menyesal sudah melawannya di tempat Mamang tadi. Biar enggak tuman gituloh. Ah!
104.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai teras kondang
Baca
+Pustaka
Terlahir Kembali Menjadi Dewa Perang

Terlahir Kembali Menjadi Dewa Perang

Terasa dingin. Aron menelepon seseorang dari ponselnya. "Bagaimana proses penerbangan ke negera Neon?" tanyanya. "Sudah siap, Bos. Kami tunggu keberangkatan anda," balas suara pria di telepon.
109.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai teras kondang
Baca
+Pustaka
Tergoda Suami Sewaan

Tergoda Suami Sewaan

Andri : Aku bacanya, boga erika. Zein : Estetika. Hendri : Es goyobod. Zarif : Es shanghai. Martin : Es doger. Muamnar : Di Malaysia, ada Es doger juga, @Martin? Martin : Enggak ada, Bang @Muammar. Makanya aku pasti beli itu kalau mudik ke Bandung. Rangga : Mudik, ceunah. Martin : Cicing! @Rangga. Aku separuh Sunda oge.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai teras kondang
Baca
+Pustaka
Babu Kumal VS CEO Kutub Utara

Babu Kumal VS CEO Kutub Utara

Jang Nara segera mendekati Terryn dan duduk di sampingnya untuk menyodorkan minuman hangat itu. “Sebenarnya Non Terryn sakit apa yaa? Jangan-jangan kayak di drama-drama Korea itu yaa? Iihhh amit-amit secantik Non Terryn kena cancer.” Jang Nara bergidik dan dia pun sungguh tidak ingin membayangkan hal itu terjadi. “Tidak, saya hanya sakit paru-paru tapi tenang saja ini tidak menular. Bukan sejenis TBC atau lainnya," jawab Terryn dengan sedikit tersengal.
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 247 kali sebagai teras kondang
Baca
+Pustaka
NONA JANDA TERJERAT BERONDONG

NONA JANDA TERJERAT BERONDONG

Sam terpesona di tempat yang agak tinggi saat melihat kebun bunga matahari yang terpampang di hadapannya. "Eh gilak cantik banget," ujarnya takjub. Meronggoh ponselnya dan memotretnya lalu mengirimkannya ke Boram dengan tambahan kalimat. "Bunga ini cantik tapi lebih cantik lagi kalau kamu ada di sini bersamaku."
9.88.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai teras kondang
Baca
+Pustaka
Tergoda Mantan

Tergoda Mantan

Dulu Garasi Eyang memang sekadar rumah kecil yang disulap menjadi toko barang-barang antik. Sekitar lima tahun terakhir, tepatnya saat toko kian dipenuhi pengunjung, Berta membuat space khusus yang sengaja disediakan untuk para pengunjung. Dia juga menjual berbagai menu makanan dan minuman yang dimasak sendiri olehnya. Berta, Marlo menyebutnya dengan nama itu. Bukannya tidak mau terima, tetapi baginya sapaan ‘Ibu’ hanya untuk Ibu. Sedangkan Berta bukanlah seorang ibu baginya. Hanya teman pendamping hidup yang baru untuk Ayah.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai teras kondang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status