Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ifat

Ifat

waxria kecil kembali menjawil daguku, “Gratissss… hi..hi..hi..!” “Besok-besoklah ya?” Sahut Ucon enteng. “Abang-abang ini niat tidak sih mau make’ kami?” Tanya waria yang berpostur besar. Mulai jengkel tampaknya. Masih tetap enteng, Ucon menjawab, “Sebenarnya kami cuma mau numpang tanya, jalan ke Jakarta lewat mana ya?” “Woooooiiii..!” Waxria postur besar marah, suara aslinya kelihatan. Itu adalah suara kondektur, atau mandor kuli bangunan.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai teras kondang
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
carsun18106
dibandingkan mas joko dan abang ojek&polwan, ifat ini lebih lebih lebih segalanya, tidak salah kalau penulisnya bilang cerita ini menguras emosi, bukan cuma itu, bikin baper, kesal, sedih, haru, deg-degan, hadir silih berganti, greget juga sama ifat yg menyimpan begitu banyak perempuan di hatinya
Ayusqie
Selamat datang kaka2 pembaca. SUSAHNYA JADI MAS JOKO, novel romansa dgn bumbu olah raga.. ABANG OJEK Vs IBU POLWAN, nvl romansa dgn nuansa ojek n polisi.. sekarang sy hadirkan IFAT, novel romansa dgn nuansa aksi beladiri. Semoga kaka2 suka..
Baca Semua Ulasan
TAKTIK CINTA SANG BOS MAFIA

TAKTIK CINTA SANG BOS MAFIA

Sesekali Tendero akan menciumi wajah sang bayi mungil yang masih terlihat merah itu membuat Tera yang awalnya tertidur langsung merasa terusik dan membuka kedua matanya di mana sepasang mata bening itu langsung beradu dengan mata Tendero. Tendero terkekeh kembali mencium pipi Tera dengan lembut. *** [Apa kau merasa yakin kalau Tendero adalah orang baik?] Kanisa mengerutkan keningnya saat dia mendapatkan sebuah pesan dari nomor asing. [Apa maksudmu?]
9.948.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 963 kali sebagai teras kondang
Baca
+Pustaka
Obsesi sang protagonis

Obsesi sang protagonis

Tiba-tiba? "Kakak." Di tengah mengecek kondisi tubuh dan bersimpuh, Teresia mendengar suara halus datang dari arah belakang. Memutar pandangan, Teresia menemukan seorang gadis muda mendekat dengan kaki mengambang tidak menyentuh dasar.
1017.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 368 kali sebagai teras kondang
Baca
+Pustaka
TERGODA CINTA DUDA DINGIN

TERGODA CINTA DUDA DINGIN

“Oke deh.” Naura menghela napas panjang, mengambil tisu untuk membersihkan wajahnya, menghabiskan esnya dan membiarkan Keylan mainan dengan teman-temannya saat ponsel di saku celananya berbunyi, dari suaminya. “Halo?” “Maldives, Hawai atau kutub utara?” Naura tertawa mendengarnya, “Kutub utara?” “Ya, supaya kita bisa terus berada di dalam kamar dengan alasan terlalu dingin berada di luar.”
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai teras kondang
Baca
+Pustaka
Teratai Yang Layu

Teratai Yang Layu

ucapan Agista seolah membuat bunga teratai pun ikut bersedih karena pada saat yang bersamaan banyak sekali yang layu. Bunga teratai itu cepat mekar dan indah namun cepat pula layu, tapi bunga teratai mampu bertahan tumbuh walau pun di genangan air yang kotor sekali pun. Mungkin itulah kenapa Agista lebih memilih berteman dengan bunga teratai jika dia memiliki masalah ketimbang curhat pada teman-temannya. "Tidak!" Agista menjawab pertanyaannya sendiri.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai teras kondang
Baca
+Pustaka
TETANGGA TAPI PANAS

TETANGGA TAPI PANAS

Ia rela dijahili, rela disikut, rela rumahnya diacak-acak, asalkan suara berisik itu bisa mengusir teror sunyi yang kini mengepungnya. Namun, layar ponselnya menyala, menampilkan sebuah panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal. ********
1012.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 300 kali sebagai teras kondang
Baca
+Pustaka
AMBISI IBU MERTUA

AMBISI IBU MERTUA

****** Bersambung .
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai teras kondang
Baca
+Pustaka
Kaisar Naga Beladiri S3 : Perjalanan Dewa Tian

Kaisar Naga Beladiri S3 : Perjalanan Dewa Tian

“Kakek, apa itu tidak bisa sekarang? Aku…” “Jangan terburu-buru, kakek akan menjelaskan cara cepat untuk meningkatkan ranahmu. Sekarang kakek bertanya padamu, apa itu ranah Qi Condensation untukmu?” Kakek Tian Sen jelas tidak langsung membiarkan Tian Sen untuk bertindak dengan cara aneh, meski dulu Tian Sen berpikir bisa naik ke ranah Qi Condensation tapi dengan pondasi yang buruk akan menyebabkannya runtuh saat masuk kesana. Karena itulah sang kakek menjelaskan bagaimana Tian Sen harus memperkuat pondasi terlebih dahulu di ranah Yuan qi tingkat sembilan sebelum melanjutkan menerobos ke ranah qi Condensation tersebut.
9.6273.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.0K kali sebagai teras kondang
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Pok Jang
Numpang promosi thor! Tiga Mayat Satu Takdir ~ "Dalam dunia di mana kebajikan adalah topeng, seorang pemuda bertaruh segalanya demi cinta dan keluarga." "Ketika sihir terlarang menjadi satu-satunya pilihan, bagaimana kebaikan bisa bertahan?"
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Baca Semua Ulasan
Memar Termanis

Memar Termanis

gumamnya akhirnya, meski jelas dalam nada suaranya bahwa hal itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. **** 📍 Apartement Andreas berdiri di ruang tamu, tubuhnya tegap dan ekspresinya tetap dingin, seperti biasa. Di tangannya, ponsel bergetar, dan dia segera menjawab panggilan tanpa ragu. - Dalam Panggilan -
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai teras kondang
Baca
+Pustaka
TERGODA Paman dari Suamiku

TERGODA Paman dari Suamiku

” Teriak Veter ketika mereka berada di dalam mobil. ”Lebih baik kita fokus di perjalanan, sampai tiba di mansion baru kita bahas hal ini. Akan sangat berbahaya, jika bertengkar dalam kondisi mengemudi seperti ini.” Ucap Camel dengan suara tenang namun sedikit gemetar. Melihat respon tenang dari Camel, Veter pun terbungkam dan terlihat jelas air mata berlinang di pipi mulus Camel. °Mansion Kediaman Veter Alvaresh dan Camelia Hebrew°
1022.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 846 kali sebagai teras kondang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status