Selubung Memori
“Tara, Kau mencurigaiku, ya?”
Tara itu punya penampilan yang menarik perhatian, tetapi bukan karena dia punya aura kecantikan murni layaknya Layla—Tara punya paras yang rasanya tak pernah berhenti tersenyum. Ketika menatapmu, dia seperti tengah memerhatikanmu dengan cara paling dalam, lalu karena senyum tipisnya tidak pernah pergi, rasanya seperti tengah dilihat secara personal. Lalu ketika dia memutuskan bicara, kata-kata pertamanya bukanlah, “Hai, selamat pagi,” atau sapaan normal lainnya, melainkan, “Kedengarannya asyik kalau aku mengikutimu seharian.”
Hot Chapters