LOGINShenna membulatkan kedua matanya ketika melihat pria itu duduk di hadapannya. Pria yang sempat ia maki" beberapa hari yang lalu adalah seorang CEO di tempat Shenna bekerja. Shenna kembali dibuat terkejut ketika pria itu dengan gampangnya memindahkan posisi Shenna di kantor. Sekarang bagaimana cara Shenna agar bisa bertahan di perusahaan ini ketika ia harus berhadapan dengan pria gila itu.
View MoreSavannnah Carson stared at her engagement ring for the millionth time and smiled, joy bubbling through her chest. She felt like she was a teenager all over again... In high school. Except this time she would be dating the most popular, and most handsome guy in school.
But she wasn't a teenager. She was twenty six years old, and her life had taken a whole different turn when she met Matt Bradford five months ago.
Savannnah Carson had never been in love. She had been in a few relationships, but never been in love.
You know, movie kind of love. The kind of love that steals your breath and zaps away your common sense. The kind that makes your toes tingle and your skin prickle and your body actually throb. The kind that includes lot of slow deep kisses and long, lingering touches. The kind that of love that Lionel Richie sang about. The kind makes you want to spend the rest of your life with with someone.
Savannnah had never felt that way about anyone —well, until Matt Bradford.
Five months wasn't a really long time. She knew that. But what the hell did it matter? It doesn't matter how long you have known someone, but how well you know them, right? And Savannnah knew Matt Bradford.
He was a sensitive, caring loving man who would do anything for her. He wanted her happiness as much as he wanted his own and he never failed to tell her how much he loved her. During the five months they had been together, they had often talked of their desire to start a family.... They both wanted the same thing.
And so two days ago, Matt had popped the question, and Savannnah had said yes immediately. She was going to marry the love of her life and they were going to live happily ever after...what more could she want?
They weren't living together, although Savannnah spent so much time in his place and she had some of her stuff there, it was like she was living with him. And that was something that Victoria, her roommate and best friend never stopped teasing her about.
She was at his house now. After she returned from work early, she had decided to make him dinner, which was something Matt really liked. He appreciated every little thing she did for him, and Savannnah loved that too. She couldn’t wait for him to come home. She searched her memory for what he had going on at the office today. He didn’t have any important meetings and he was supposed to be in his office for the entirety of that afternoon. That meant he would be back early today.
She hugged herself in excitement, nearly dancing across the floor of his bedroom. They were both happy... They were engaged. They would be married soon.... Nothing could go wrong now.
A noise from the living room halted her. Then she smiled. Oh, this would be perfect. Matt was home. She hadn't even called him to come home, but here he was. Today his timing was impeccable.
She started to call out to him when Lorenzo, his brother, appeared in the doorway to the bedroom.
She was momentarily speechless. While Enzo popped in frequently, he always did so when Matt was at home. He had to know Matt was working today.
"Enzo," Savannah said. "What are you doing here? Matt is at work. I don't know when he is going to be home...hopefully soon”
“I came to talk to you,” Enzo said.
She cocked her head to the side. She and Enzo didn't really talk much, especially when she knew he and his mom weren't really in support of her relationship with Matt. It had bothered her at first, but Matt had assured her that they would come around, as they were only looking out for him.
Setelah agak lenggang. Tiara dan Damar terlihat bersama sedang bercengkerama seperti biasa. Sambil mengelap meja tentu saja.Di meja lainnya, ada Bisma dan Kevin yang duduk santai. Mereka agaknya merasa sangat lelah sekarang.Lalu Shenna dan Arga yang sedang mencuci beberapa piring dan gelas kotor agar bisa digunakan lagi."Damar, dia keliatannya suka sama Tiara ya." ujar Bisma tiba-tiba.Pandangannya menatap betapa dekatnya mereka. Seolah tak berjarak sama sekali.Kevin mengangguk, setuju dengan apa yang bisma katakan. Hanya dengan tatapan itu saja, kevin mengerti maksud dari pandangan perempuan itu."Gua sama Tiara pacaran." ujar Bisma memberikan informasi.Entah harus merespon seperti apa, Kevin malah dibuat tertawa mendengarnya.Tawa itu agaknya membuat Bisma tersinggung. Kevin tidak percaya dengan ucapannya."Kalau lo bilang lo suka sama Tiara, gua percaya sih. Cewe modelan Tiara emang banyak yang naksir dari dulu. Tapi kalau pacaran, gua yakin Tiara enggak dulu sama lo." ujarnya
Pada saat hari di mana Tiara dan Bisma akan dinner. Laki-laki itu sudah menunggu di depan kosan Tiara.Lengkap dengan jas gelap rapi yang ia gunakan. Tiara keluar dengan balutan dress putih yang sudah ia kirimkan sebelumnya pada Tiara.Dengan senyuman manisnya, Tiara melangkah menghampiri Bisma yang sudah menunggu.Rasanya sangat aneh menggunakan pakaian rapi begini hanya untuk makan malam. Tiara juga merasa penasaran ke mana mereka akan pergi hari ini."Udah siap?" tanya Bisma dengan senyuman penuh wibawa.Tiara mengangguk, Bisma membuka pintu penumpang dan membiarkan Tiara untuk masuk lebih dulu. Lalu ia segera berlari menuju kursi kemudi.Bisma memecah kemacetan dengan melewati jalan pintas yang sering ia jadikan alternatif saat kondisi jalan sedang macet parah.Dengan ditemani alunan musik, Tiara sesekali bersenandung mengikuti irama lagu.~Long endless highway, you're silent beside meDriving a nightmare I can't escape fromHelplessly praying, the light isn't fadingHiding the sh
Beberapa tahun sudah berlalu. Shenna, Tiara, dan Kevin akhirnya lulus kuliah juga.Saat itu, ada Damar, Bisma, dan juga Arga yang datang pada saat mereka bertiga wisuda.Jagan terkejut, merek semua jadi semakin dekat ketika kejadian tak terduga itu terjadi.Bahkan Arga juga sempat menyatakan cintanya pada Shenna hanya karena tidak mau memendamnya sendiri.Jahat memang, namun ia tak mau berbohong. Meskipun ia juga akan tetap ditolak karena Shenna lebih memilih bersama Kevin daripada dirinya.Tidak masalah, Arga menyatakan cinta hanya karena ia tidak mau memendam perasaan lebih lama.Bahkan Kevin juga mengetahui hal itu. Kevin juga berpikir itu tidak akan jadi masalah ketika Shenna lebih memilih dirinya.Arga datang dengan sebuket bunga untuk diberikan pada Shenna. Bukan sebagai orang yang menyukai Shenna, melainkan sebagai bos yang berusaha untuk dekat dengan semua karyawannya.Arga sudah banyak berubah, dia yang dulunya sangat cuek dan dingin akhirnya mulai berbaur dan akrab dengan ka
Shenna sudah memutuskannya. Ia menghampiri Martin yang ada di tempat tongkrongannya bersama dengan antek-anteknya itu."Egh ada Shenna. Kenapa nih? Tumben nyamperin aku ke sini." ujar Martin tanpa merasa bersalah sedikitpun setelah membuat anak orang masuk rumah sakit."Gak usah sok akrab!" ujar Shenna kesal.Ia datang untuk memperingati Martin agar tidak mengganggu hidupnya lagi."Gua dateng ke sini buat ingetin lo, jangan pernah ganggu gua sama Kevin lagi." ujar Shenna dengan suara kerasnya."Gua sama Kevin gak akan pernah pisah. Ancaman lo gak ada apa-apanya sama rasa cinta kita berdua. Jadi gua minta lo untuk berhenti ganggu hubungan kita! Kevin gak akan pernah balik lagi sama geng sampah lo ini." ujar Shenna yang sudah tidak tahan untuk memaki-maki Martin.Amarahnya sudah di ujung kepala, ia mengutarakan rasa kesalnya sekarang. Mulai sekarang dia hanya akan percaya pada kekasihnya.Benar apa yang dikatakan oleh pak Arga. Shenna dan Kevin saling mencintai, sehingga mereka berdua b
Selama seminggu ini, semuanya berjalan lancar, Shenna menyelesaikan pekerjannya dengan baik meskipun agak terlambat dari yang lainnya. Untungnya Rena selalu menemaninya, ia selalu membantu Shenna agar melakukan pekerjaannya dengan baik. Shenna bergegas masuk ke dalam kantor sambil membawa banyak
Pagi ini Shenna sudah bersiap untuk berangkat kerja, ia bangun lebih pagi dari hari biasanya karena sekarang dia sudah pindah jabatan menjadi asisten bos. Desas-desus yang Shenna dengar membuatnya merasa ngeri, apalagi jika ia terlambat dan bos datang lebih cepat. Tamat sudah riwayat Shenna jika i
Shenna membuka kenop pintu ruangan kerjanya, mendengar ada suara pintu terbuka empat manusia yang ada di dalam ruangan itu langsung menolehkan kepalanya. Sejak tadi mereka semua sudah menunggu kehadiran Shenna untuk bercerita. "Gimana Shen?" tanya Rena saat melihat perempuan itu masuk.Shenna memp
Shenna membuka pintu ruang kerjanya, baru saja hendak masuk tatapan mata semua orang menatap kasihan padanya. Shenna bingung karena mendapat tatapan seperti itu dari rekannya, termasuk Rena yang sejak tadi tidak mengalihkan perhatiannya pada Shenna. "Kenapa sih kak?" tanya Shenna meletakkan tasny












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.