Kafan Hitam
Tak hanya itu, pocong-pocong berkafan hitam mulai berjatuhan dari langit laksana tetes hujan, kemudian mengitari keduanya bak anak di depan api unggun.
Keduanya tak gentar saat kedatangan tamu barusan. Baik Mbah Atim maupun Mbah Jaja malah kian larut dalam semedi, tenggelam dalam lantunan mantera. Hanya saja, saat derap langkah terdengar, adik dan kakak tersebut seketika membuka mata dan langsung bergerak menghindari serangan musuh.
Memang busana mereka sama-sama hitam. Hanya saja, yang datang sekarang bukanlah sejenis pocong, melainkan dua orang manusia yang siap memutus nyawa mereka dari badan.
Hot Chapters