Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jika Waktu Berakhir

Jika Waktu Berakhir

“Becanda. Becandaaa!” Sore itu tak ada yang aneh pada awalnya. Semuanya seperti hari-hari sebelumnya. Faiz tak tahu kalau sebenarnya itu hari terakhir dimana ayahnya tinggal bersamanya. Ketiga sahabat itu masih di rumah Faiz sampai senja. Mereka masih dengan nikmat membakar kedelai yang mereka dapatkan di sawah sebelum pulang ke rumah masing-masing.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai the first to die at the end
Baca
+Pustaka
Cinta di Gerbang Kematian

Cinta di Gerbang Kematian

jawab Feli. Satu-satunya peristiwa kematian yang paling melegakan adalah melihat kematian ayahnya sendiri, Feli bisa melihat ketika Ayahnya sedang duduk di kursi goyang dan membaca selembar koran. Ada secangkir kopi di nakas sebelah tempatnya duduk, pada saat itulah Farhan akan meninggal dalam keadaan tersenyum. Ditengah senyumannya, Farhan seperti mengucapkan sebuah kalimat terakhirnya. Akan tetapi Feli tidak tahu ayahnya itu berkata apa. “Ini semua berkat Mamamu, dia sudah banyak berkorban demi Papa,” balas Farhan.
691 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai the first to die at the end
Baca
+Pustaka
KAUM TERAKHIR

KAUM TERAKHIR

Walaupun detak jantungnya telah berdebar kencang. "Kubah kematian. Kita akan mati satu persatu oleh racun dan sihir hipnoptis para siren," jawab Raja Skyless membuat kedua kesatria itu tersentak. Teringat dengan kubah kematian yang sempat diberitahukan oleh sang lord kepada mereka.
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai the first to die at the end
Baca
+Pustaka
Unexpected Life

Unexpected Life

“Seperti yang bapak ketahui, kondisi dari ibu Maria semakin menurun pasca melahirkan. Semua pengobatan yang kami berikan untuk membantu memulihkan kesehatannya, ditolak oleh tubuh pasien. Kami selalu memberi kabar terkait pengobatan yang diberikan dan bagaimana respon tubuh pasien pada kalian, keluarganya.” “Jadi?” cicit Franky. Gilsha menyelami kemurnian mata Franky, “Kami tim dokter yang menangani pasien atas nama Maria Alexandra, menyatakan bahwa pasien telah menghembuskan nafas terakhir tepat pukul 10.30 pagi ini.” “Maafkan kami,” Gilsha menundukkan kepalanya. Franky menggeleng—geleng sambil tersenyum sinis, “Tidak. Tidak. Tidak mungkin dokter.”
109.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai the first to die at the end
Baca
+Pustaka
Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku

Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku

Alisnya bergerak tipis, seolah ingin bertanya ada apa. Namun, Chyara segera menunduk. Ia ingat, dalam alur asli, Callister akan mati. Bukan di Ravenhold, bukan karena wabah. Ia akan mati tepat setelah mereka kembali, tewas dalam perjalanan kembali ke kediaman. Sebuah kematian yang sunyi dan sia-sia. “Baik, Tuan Marquess,” jawab Chyara pelan.
1027.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai the first to die at the end
Baca
+Pustaka
Bertahan Dalam Asa Hampa

Bertahan Dalam Asa Hampa

Nissa pun sudah tak ingat apa-apa lagi setelah itu. ## Abis ini Nissa mati. Terus novel the end. Selesai, deh. Kalian nggak bisa neror amih lagi. Hehehe ....
1017.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 419 kali sebagai the first to die at the end
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status