Pelabuhan Terakhir
Abah sendiri tak bicara lagi dan hanya mengelus rambutku dengan pelan.
Tiga hari dari percakapan kami, abah meninggal dengan disaksikan oleh semua anak, menantu dan para cucu. Umi senantiasa berada di dekat Abah, membimbingnya ketika abah mengalami sakaratul maut. Tepat di hari jumat pukul enam pagi, abah menghembuskan napas terakhirnya. Kami semua menangis. Mas Jamil bahkan hampir pingsan.
Aku? Aku sendiri tampak linglung. Bersyukur ada Nada yang selalu menguatkanku.