AKU BUKAN SEORANG PELACUR
“Aku hanya ingin pulang.”
Jasmine menatap ke langit, dan Gerry mengambil ponsel dari dalam kantong jaketnya.
“Beri tahu aku apa yang ingin kaumakan.”
“Aku tidak selera.”
“Apakah sakit adalah keinginanmu?”
Gerry memutar bola matanya sekilas, dan menemukan Jasmine yang mengejap lamban menatap ke matanya. Tergambar jelas bagaimana kedua iris lemah itu sedang berteriak seorang diri. Gerry ingin mengasihaninya, barang semenit. Akan tetapi, perasaan kejam di sudut terdalam di hatinya lebih mendominasi perasaannya dengan kemauan jahat yang begitu kuat, tekad sinting yang mendadak datang. Dia tidak rela kalau Jasmine sungguh pergi, dan justru ingin meyakini bahwa mungkin Jasmine adalah perempuan yan