Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Iship Memoar

Iship Memoar

Semestinya ini tidak akan sedramatis yang sudah mereka lalui di ruang rawat inap atau di IGD kemarin. Hifa membuka lagi buku catatannya, mencoba menghapal beberapa dosis obat dan cara pemakaiannya. Bagaimanapun otaknya tidak seencer Ifan yang bisa langsung mengingat apapun ketika melihat buku kedokteran itu.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 246 kali sebagai the memoirs of geisha
Baca
+Pustaka
Mémoire

Mémoire

"Dia kehilangan sebagian ingatannya, dia hanya mengingat kejadian saat aku hampir mendapat musibah. Selebihnya dia tak bisa mengingat apa-apa lagi. Aku sudah mencoba segala cara agar dia mengingatnya, tapi itu justru membuatnya stres dan hampir celaka." Tatapannya tak beralih dari Sèanne yang sedang menunduk menyembunyikan air matanya. "Dan perempuan itu tadi?" Shawn, sahabat yang sudah seperti kakak bagi Liam bertanya penasaran, memang sangat sulit melihat Liam bersama gadis lain selain Sèanne.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai the memoirs of geisha
Baca
+Pustaka
Memoar Rasa

Memoar Rasa

Oke, aku akan memperkenalkan diriku terlebih dahulu agar kalian bisa membaca ini dengan sedikit bumbu fantasi dan juga otak kalian akan dipenuhi dengan diksi-diksi yang mengguncang hati dan pikiran. Namaku Pranadipta Anggara. Sekarang ini aku sedang menempuh studi di salah satu negara yang terkenal akan jam besar dan juga elizabeth-nya! Kalian tahu kan negara itu? Yup, Inggris. Salah satu negara favoritku, karena aku pikir banyak sekali pengetahuan dan juga peradaban manusia yang ditulis disini. Bahkan jika diurutkan, perpustakaan disini memiliki jutaan koleksi buku yang menulis sejarah sejak abad 1 Masehi sampai abad modern.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai the memoirs of geisha
Baca
+Pustaka
Kutukan Mantan Terindah

Kutukan Mantan Terindah

“Baik, Nona Aletta Kenzura Valerry. Alas duduk akan menjadi barang pertama yang masuk ke dalam tas.” Zura tersenyum lebar. “Dan kamu bawa bukumu. Yang tebal itu. Aku kangen dengar kamu baca keras-keras sambil aku baring di pangkuanmu.” “‘Memoirs of a Geisha’ atau ‘The Kite Runner’?” Zain balik bertanya. “Yang pertama,” jawab Zura cepat. “Suaramu paling cocok untuk narasi-narasi lembut yang berlapis luka.”
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai the memoirs of geisha
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
WidiaYuan
take your time Aletta kamu butuh sendiri kamu butuh ketenangan kamu butuh untuk berpikir.. kamu butuh kepastian.. renungkan.. pahami semuanya bahwa yang melukai tak selamanya akan tetap menyakitimu.. mereka hanya terjebak oleh keadaan hingga mampu membuatmu terluka. dan kini semua telah berubah
Kania Putri
nyesek banget sih jadi zura ini kakak yg sempurna tapi di balik sempurnanya ada sosok Aisha yg iri & cemburunya setengah mati lalu orang disekitar zura juga malah mendukung tindakan Aisha ini. Hai Zain semangat aq yakin zura gak sebenci itu sama kamu dia masih ada rasa cuma tertutup sama rasa kecewa
Baca Semua Ulasan
Pewaris Tunggal II: Skandal Cinta Masalalu

Pewaris Tunggal II: Skandal Cinta Masalalu

Mahyudin lupa, Yokito adalah seorang geisha, yang tentu saja sudah hapal di luar kepala buku kamasutra, buku yang mengajarkan cara bercinta. Walaupun dia tak sembarangan bercinta, kecuali dia suka dan pria yang ingin tubuhnya harus berani bayar mahal, barulah Yokito mau berkencan. Yokito selama ini lebih sering bernyanyi dan menghibur para tamu-tamunya. Karena dia sangat pemilih soal pria, inilah yang membuat Yokito beda dengan geisha lainnya . Tapi dengan Mahyudin, tentu saja beda, melihat ketampanan pria ini, di tambah uang tak sedikit yang bakalan bikin dia pensiun kelak sebagai geisha, Yokito pun tak bisa menahan diri lagi.
1049.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai the memoirs of geisha
Baca
+Pustaka
Kamu Hidup, Tapi Bukan Untukku Lagi

Kamu Hidup, Tapi Bukan Untukku Lagi

Dia hanya menatap lautan awan yang bergulung di luar jendela, memandangi siluet kota di bawah sana yang perlahan mulai terlihat jelas dan familier. Rumah terasa makin dekat. Akan tetapi, wanita itu ... tidak akan pernah bisa kembali lagi. Dia telah kehilangan Geisha selamanya. Selamanya, tertinggal di tepian sungai yang dingin di negeri orang. Shane menggelar upacara pemakaman yang megah untuk Geisha.
9.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 315 kali sebagai the memoirs of geisha
Baca
+Pustaka

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Saat aku keluar dari bioskop setelah menonton 'Geisha Lumpuhkan Ingatanku', angan-angan visual masih menempel kuat di kepala — dan itulah yang banyak disorot oleh kritikus juga.

Banyak ulasan memuji estetika film ini: sinematografi yang merayap pelan mempermainkan cahaya dan bayangan, desain kostum yang teliti, serta tata artistik yang membuat setiap adegan terasa seperti lukisan hidup. Pemeran utama juga sering dipuji karena mampu membawa kerentanan dan kekerasan batin tokoh tanpa berlebihan; beberapa kritikus menyebut penampilan itu sebagai jantung emosional yang menahan film ketika plot terasa melambat. Namun, tak sedikit yang menggarisbawahi bahwa adaptasi ini kadang terjebak dalam kemewahan visual hingga lupa menggarap kedalaman cerita secara konsisten.

Selain pujian visual, isu tentang akurasi budaya dan pendekatan naratif juga muncul. Sebagian kritikus menganggap film ini mengambil jalan aman dengan menonjolkan estetika, sementara isu-isu sosial dan historis yang penting dipadatkan atau diabaikan. Ada juga yang menganggap tempo yang lamban dan pembangunan karakter sampingan kurang memuaskan, membuat klimaks terasa kurang berdampak bagi penikmat cerita yang mencari substansi lebih. Bagi ku, ulasan-ulasan itu masuk akal: aku menikmati atmosfer dan penampilan pemainnya, tetapi setuju bahwa film ini lebih menggoda mata daripada benar-benar mengguncang hati seperti yang dijanjikan trailer.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status