Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menghadapi Kematian di Depan Mata

Menghadapi Kematian di Depan Mata

Namun, aku tidak pernah menyangka bahwa dia bahkan tidak peduli pada nyawaku. Di luar, suara pria mabuk semakin liar. Kata-kata kotor mulai terdengar jelas menembus pintu. Aku tahu, begitu pintu itu terbuka, aku pasti mati!
8.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 258 kali sebagai the way the mage faces death
Baca
+Pustaka
MASTER ALKEMIS

MASTER ALKEMIS

Lalu seluruh energi kematian di Negeri Tulang Putih itu mengalir deras, berubah menjadi sungai-sungai kematian yang mengalir dari segala arah menuju tubuh naga hitam itu, membuat naga kematian itu tampak semakin megah dan mengerikan. Begitu naga kematian raksasa itu muncul, ia menatap Santo Bela Diri Jinyang di bawahnya dengan sikap menelan langit dan bumi. Tekanan kematian yang mengerikan seolah terus memancarkan sinyal pembunuhan. Pada saat itu Santo Bela Diri Jinyang masih bertarung dengan monster tulang berkepala tiga, dan ia sudah hampir sepenuhnya menekan monster itu, bahkan baru saja hendak memberikan serangan terakhir.
9.961.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai the way the mage faces death
Baca
+Pustaka
Silsilah Naga Emas

Silsilah Naga Emas

Mereka tampak lebih besar dan lebih menakutkan daripada Bayangan Hitam yang sebelumnya mereka hadapi. "Kita belum selesai," kata Mei Xiang dengan nada pelan, namun penuh ketegangan. Matanya menyipit saat ia mencoba memperhatikan gerakan makhluk-makhluk itu. "Ini adalah ujian terakhir." Li Zhen merasa tubuhnya membeku. Apa lagi yang harus mereka lakukan? Mereka sudah melewati begitu banyak tantangan—menghadapi Bayangan Hitam, mengalahkan bola energi, bahkan bertahan dari penghalang magis pria berjubah abu-abu. Namun, kali ini, ada sesuatu yang berbeda. Ada aura kematian yang menyelimuti tempat ini, seolah-olah mereka sedang berdiri di ambang dunia lain.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai the way the mage faces death
Baca
+Pustaka
Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan

Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan

Para pengawal Magnus pun terus menembaki dari ketinggian. “Kalian semua akan mati di tempat ini dan pergi ke neraka menyusul keluarga kalian! Dan aku akan tetap menikmati kemenanganku sampai aku mati!” Magnus tertawa terbaak-bahak. Para bawahan yang sedang bertarung dengan Morgan dan yang lain seketika mundur dan melompat ke halaman. “Kau tidak akan bisa lari, Magnus!” pekik Mario, “kau harus mempertanggungjawabkan semua perbuatanmu sebelum kau mati!”
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai the way the mage faces death
Baca
+Pustaka
PARALLEL

PARALLEL

Xabi memicingkan matanya tanda tak mengerti. “Kau memiliki kemampuan yang luar biasa hingga membuatmu jadi Archmage. Adalah hal yang wajar bagi orang yang sudah mendapatkan banyak hal, kehilangan banyak hal. Hidup ini adil, Mage. Nyawa-nyawa itu adalah harga yang harus kau bayar.” *** [1] Penyembuh [2] Diam! [3] Aku harus bicara … Berjanjilah padaku … [4] Aku tidak bisa menyelamatkanmu, bagaimana bisa aku menyelamatkan semua orang …
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai the way the mage faces death
Baca
+Pustaka
Magical!

Magical!

"Hahh- baik baik aku menyerah. Jangan bicara memelas begitu padaku. Aku mana tega." "Jadi?" "Jadi apa? Min Yoongi kembali. Aku mati lagi." [ F I N ]
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai the way the mage faces death
Baca
+Pustaka
Kaisar Badai Petir Zera

Kaisar Badai Petir Zera

Dalam keadaan itu, Razor memberikan serangan ultimatenya dengan mengeluarkan seluruh energinya bahkan membakar vitalitas hidupnya untuk mengakhiri serangannya. "Pedang Kematian, Tebasan Hampa Kegelapan Abadi." Razor pun kembali menyerang Zera dengan penuh kekuatannya. Sebersit cahaya hitam berpendar di sekujur tubuh Razor, lalu dia salurkan cahaya hitam itu ke Demonmagma. Berubahlah api merah magma itu menjadi magma hitam legam. Dan melesatlah Razor dengan pedang itu menebas Zera. Merasakan bahaya mendekat dengan kecepatan tinggi, Zera pun membuat langkah untuk serangan ultimatenya untuk menghadapi bahaya yang sedang melaju ke arah dirinya.
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai the way the mage faces death
Baca
+Pustaka
Herrscher (Divina Futuri)

Herrscher (Divina Futuri)

Sekali lagi Veda melemparkan mandalanya untuk menahan Death. Mandala tersebut mengeluarkan sulur – sulur yang menahan pergerakan Death. Death dengan sedikit kekuatannya berhasil lepas dari sulur – sulur tersebut. Setelah Death mencabut seluruh nyawa para pasukan disana, ia mendekati Dagaz dan yang lainnya. Aura kematian sangat dirasakan oleh Dagaz. Dagaz merinding ketakutan. Veda segera menyentuh Dagaz untuk menetralkan pengaruh aura kematian Death. Dagaz pun sedikit tenang karenanya. Veda merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai the way the mage faces death
Baca
+Pustaka
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Itu bukan daging dan darah yang membusuk, juga bukan panas yang membakar dari medan pertempuran. Itu adalah aura kematian. Archmage dari mantan Mage Forest mengangkat tongkat mereka, dan dinding angin biru melonjak maju, menggerakkan beberapa gelombang udara yang mengaum yang mengangkat kabut hitam. Dalam beberapa detik, kabut tebal bergulir kembali seperti air pasang, mengungkapkan sudut puing-puing medan pertempuran. Bahkan sebelum mereka bisa menarik napas, kabut hitam mulai menggeliat dan berkumpul lagi, seperti pembuluh darah yang berakal.
9.78.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 313 kali sebagai the way the mage faces death
Baca
+Pustaka
Pendekar Pedang Naga

Pendekar Pedang Naga

“Sayangnya untukmu… aku tidak semudah itu mati.” Dengan satu hembusan napas, **aura naga hitam meledak dari tubuh Kael**. Angin berhenti. Tanah merekah. Bayangan seekor naga raksasa melingkar di belakangnya — samar, namun mengancam, seolah dunia pun menunduk. Meroth mengangkat pedang iblisnya. “Aku tidak takut pada bayangan.” Kael membalas dengan suara rendah:
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai the way the mage faces death
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status