Menantu Penguasa
“Kenapa tidak jadi memukul? Apa karena takut selamanya mendekam di sini? Bukankah kehidupanmu akan lebih baik jika tidak bertemu dengan orang-orang? Harga dirimu sudah tidak ada lagi. Aku hanya mengingatkan.”
Diki menoleh ke arah lain. Ia baru sadar kalau dirinya telah menghancurkan semuanya. Martabat yang telah dibangun sudah runtuh, kepercayaan orang-orang telah patah, keluarganya juga demikian.
Diki kemudian mengangkat kepalanya. Ia menatap pada sahabat yang telah ia khianati.
“Pengkhianat akan selamanya pengkhianat. Saya telah puas mendengar semua perkataanmu yang tidak mengandung penyesalan sama sekali. Baguslah, semoga tenang di dalam jeruji.”
인기 회차